WARGA LINGKAR TAMBANG UNJUK RASA  DAN HENTIKAN KEGIATAN PT CLM SAMPAI 9 TUNTUTAN TERPENUHI
  Viewer : 634 Kali

Lutim,Libertiekspress.Com||-SWARA MUDA PONGKERU dan masyarakat Desa Pongkeru hentikan aktivitas PT Citra Lampia Mandiri (CLM), aksi tersebut dilakukan di KM 2 Desa Harapan Kecamatan Malili,Kabupaten Luwu Timur,Kamis (29/07/2021).

Massa aksi melakukan orasi diarea aktivitas tambang PT CLM

Yahya selaku Kordinator Lapangan (Korlap) menegaskan bahwa aktivitas PT.CLM dicekal sebelum ada kepastian terhadap 9 poin tuntutan yang diajukan massa aksi.

“Kami terpaksa menghentikan aktivitas CLM karena hampir 1 bulan menunggu belum ada respon terkait 9 poin tuntutan itu, seolah-olah kita ini dijadikan penonton dikampung sendiri, dampak aktvitas penambangan ini yang berimbas adalah masyarakat sekitar sini, bukan orang dari luar.” Ujarnya ditengah kegiatan aksi unjukrasa.

Ditempat yang sama Amir Asri yang menjabat Sekjen SWARA MUDA PONGKERU yang juga bagian dari masyarakat Desa Pongkeru menuturkan bahwa 9 poin tuntutan masyarakat yang diajukan itu belum mendapat kejelasan dari pihak PT.CLM.

“Adapun 9 poin-poin tuntutan kami yakni:

-Permintaan PIT setara PT.Gunung Verbeck Karebbe ( PT.GVK) .

-Percepatan pembayaran dana kompensasi tanaman.

-Pembayaran konpensasi tanaman oleh kontraktor dan subkontraktor yang belum terealisasi.

-Permintaan konfirmasi ke masyarakat ketika ada supply kendaraan dan alat berat.

-Menolak adanya kontraktor harian.

-Menolak karyawan dari luar Desa pemberdayaan.

-Peningkatan kapasitas karyawan.

-Menolak tindakan semena-mena perusahaan terkait lahan masyarakat yang akan dikelolah.

-Menolak pemasangan plank IUP dan IPPKH tanpa diskusi.”Jelas Amir dalam orasinya.

Tidak tinggal diam melihat warganya Kepala Desa Pongkeru, Aksan juga angkat bicara, menurutnya, jika Prusahaan mengabaikan kewajibannya terhadap warga pribumi ini maka Perusahaan tersebut dapat ditutup.

“Kalau hak masyarakat diabaikan itu bisa ditutup, ini masyarakat hanya minta haknya yang tertuang didalam 9 poin sebagai bentuk pemberdayaan dan tanggung jawab pihak perusahaan PT.CLM dalam mengelolah sumberdaya alam di kampung ini.’ Tegasnya.

Diapun menegaskan sebagai Pemerintah Desa dirinya membantu di atas meja saja bukan sebagai peserta demonstran, karena dia menyadari bahwa dia adalah aparat pemerintahan yang telah diamanatkan menjaga investasi dan melindungi masyarakatnya.

“jika seandainya bukan karena pin Garuda ini didadaku mungkin saya yang pimpin aksi, saya mendukung masyarakat menuntut haknya, jika pihak PT. CLM tidak hadir itu artinya tidak menghargai masyarakat.,”Sambungnya.

Setelah beberapa jam aksi berjalan Waka Polres Lutim Kompol Muh.Rifai mengajak untuk melakukan mediasi terhadap para pengunjuk rasa agar dibicarakan diruang Polres Lutim dengan menghadirkan  pihak PT.CLM.

Hal itu disepakati masyarakat lalu mengirim perwakilan sebanyak 7 orang untuk berdiskusi dengan pihak PT.CLM, akan tetapi berlalu berjam-jam duduk menunggu diruang Polres Luwu Timur pihak dari PT.CLM yang diharapkan tidak datang.

Pantauan dilapangan pukul 14:20 sore perwakilan kembali kelokasi aksi,dilokasi aksi pengunjuk rasa mendapat respon dari pihak PT.CLM bahwa besok sesudah sholat Jumat pihak PT.CLM akan menemui masyarakat.

“Iya besok kita akan bertemu, Pak Idris tadi berjanji habis juamat besok baru dia mau ketemu kita lihat apa jawabannya,kalau tidak diindahkan tuntutan maka akan kembali melanjutkan aksi diwilayah Desa Pongkeru.” Kata Yahya

Setelah dijanjikan akan membahas tuntutan itu, para demonstran menerima dan menunggu hasil diskusi pada hari Jumat (30/7/2021). Pukul 16:20 pengunjuk rasa membubarkan diri dengan tertip dan tetap mematuhi protokol kesehatan menjaga jarak dan menggunakan masker.

Laporan : HR

Editor     : Redaksi

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.