Peringati Hari Lahir Pancasila Crew Batara Guru Rescue And Response Indonesia & Pemuda Pancasila Luwu Timur Lakukan Pembersihan Pohon usia 100 Tahun.
  Viewer : 368 Kali
Tampak pohon mangga Usia 100 Tahun kurang lebih yang digerogoti Benalu menuju kepunahan

Lutim,Libertiekspress.Com||

01 Juni tepatnya adalah hari lahirnya pancasila, Seiring berjalannya waktu, dari masa ke masa ditandai dengan pergantian era kepemimpinan, tidak bisa dipungkiri bahwa nilai luhur pancasila kian terkikis, laksana kain sutra yang semakin luntur. Pancasila laksana hanya dijadikan sebagai simbolik belaka tanpa menerapkan kandungan yang terdapat dalam setiap butiran Pancasila.

Sebagai wujud kecintaan sebagai pemuda Indonesia, crew Batara Guru Resciu And Response Indonesia dan Pemuda Pancasila menunjukkan rasa empati terhadap lingkungan dengan melakukan pembersihan pohon usia sekitar 100 tahun di jalan trans sulawesi tepatnya di poros Desa Ledu-Ledu, Kec. Wasuponda, Kab. Luwu Timur.

Pohon tua yang berada tepat didepan kantor Koramil  1403 wasuponda tersebut kondisinya sangat memprihatinkan, dimana tumbuhan parasit obligat atau benalu telah menguasai batang pohon tua tersebut menuju kepunahan.

Ketua (OKK) MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Luwu Timur, Rauf Dewang beserta jajarannya bekerjasama dengan crew Batara Guru Rescue And Response Indonesia pada 1 juni yang diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila hingga hari ini Rabu 2 Juni 2021 melakukan Giat dengan tema “Peduli Lingkungan” dengan melakukan pembersihan dan perawatan pohon tua tersebut.

“Dewasa ini, kita tidak bisa menutup mata melihat kondisi sekitar, Pohon ini salah satu landmark atau salah satu simbol di Kec. Wasuponda,” Ungkap Rauf

“Kasian jika pohon ini tidak dibersihkan dan dirawat, biar bagaimana pohon ini memiliki nilai sejarah di Kec. Wasuponda, jadi harapan kami, ayo bersama kita jaga alam dari kerusakan,” Tambahnya

” Selain itu, memaknai Hari Pancasila, saya kira tidak cukup jika hanya dengan menegaskan diri karena Pancasila seyogyanya tidak butuh pengakuan dan penegasan. Selain itu, kekuatan Fundamentalis Pancasila juga bukan pada penegasan tersebut tetapi ada pada sikap dan perilaku setiap warga negara. Artinya, sejauh mana setiap warga negara telah mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupannya sehari-hari serta bagaimana Pancasila di tengah serabut bernegara. Lima poin yang termaktub dalam pancasila harus mampu dijadikan sebagai tolak ukur dalam setiap gerak nafas dan perilaku hidup ditengah serabut bernegara”. Tutupnya

Lap     : Herman.S

Editor : Redaksi

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.