Tanggapan Milenial Ibas-Rio dalam Penguatan Demokrasi dan Persoalan Gagalnya Sistem Pemerintahan Luwu Timur
  Viewer : 1004 Kali

Penulis  : Herman. S

Editor     : Nur Aini

Lutim,libertiekspress.com– Kaum milenial memiliki peran penting dalam proses penguatan demokrasi, tentu karena kelompok muda ini lebih dari setengah jumlah masyarakat yang ada di Kab. Luwu Timur.

Generasi milenial dianggap sebagai bonus demografi yang dimiliki oleh Indonesia, generasi ini lahir di era teknologi dan internet yang mulai berkembang pesat. Para milenial ini lah yang menjadi harapan untuk melanjutkan tongkat estafet masa depan dalam membangun daerah.

Yoko salah satu tokoh milenial Luwu Timur beranggapan bahwa
Peran milenial sangat dibutuhkan untuk generasi masa depan, ” Milenial ini sebagai agent of change dalam berbagai hal, misal politik, saya beranggapan bahwa jika diperhatikan pada saat ini minat milenial terhadap politik mulai berkurang, mungkin saja dipicu karena tingkat kepercayaan terhadap paslon telah berkurang.”
Imbuhnya

Lanjut Tokoh Lembaga Pemerhati & Pemberdayaan Masyarakat Indonesi (LPPMI) ini “,Sebagian Milenial memandang politik cenderung dengan perebutan kekuasaan dan melihat politik sebagai sebuah lingkaran setan. Perspektif seperti inilah yang perlu diubah oleh para milenial dan memutus lingkaran setan tersebut dengan ikut terlibat lansung dan pengawalan pemerintahan guna melahirkan pemimpin yang bersih.” Ungkapnya

Indah, salah satu Tokoh perempuan milenial Ibas-Rio pun menimbang pentingnya keikut sertaan milenial dalam demokrasi,” Masalah demokrasi di Indonesia hingga saat ini masih banyak generasi milenial yang apatis terhadap perkembangan demokrasi, tentu saja disebabkan karena suatu alasan, apakah aturan yang karet atau pelontar visi misi yang hanya berceloteh meyakinkan demi tujuan “Menang”, dan selanjutnya janji-janji itu tinggal sejarah kelam para pembohong.” Ungkapnya

Kadafi yang juga sebagai Tokoh milenial Ibas-Rio berpendapat bahwa para milenial sebagai pejuang demokrasi di Luwu Timur dinilai masih buruk dan mengajak segenap milineal untuk ikut berpartisipasi mengawal sistem pemerintahan diluwu timur,” Kami milenial Ibas-Rio punya alasan kuat kenapa kami bertekat menangkan Ibas-Rio, tentu karena demokrasi diLutin telah tercederai janji-janji politik yang buruk, misal sejumlah pasar modern terkesan jadi candi karna tidak memiliki asas manfaat karena tidak berpenghuni, janji satu Dokter satu Desa tidak maksimal, pembangunan pabrik rumput laut yang dijanjikan saat kampanye pilkada 2015 silam, jangankan pabrik, sedikitpun para petani tidak tersentuh bantuan,” Imbuhnya

Lebih lanjut mahasiswa Cokroaminoto Palopo ini membeberkan,” Bahkan di bidang lingkungan, pariwisata, infrastruktur, pemerintah umum serta bidang ketenagakerjaan sosial kita sangat lemah, Belum lagi pada segi pertanian, ketahanan pangan dan perkebunan, kerjasama antar daerah, perhubungan dan perindustrian, perdagangan dan UMKM masih jauh dari harapan kita bersama.” Pungkasnya

“Sekaranglah waktunya penentu kebijakan itu harus diganti sebelum kampung kita ini semakin terpuruk dan hanya menguntungkan elit tertentu,” Tutupnya

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.