Kampanye Hitam,Isu “Holiliana Bukan Orang Mori”,PENGAMAT ; Itu Pola Perusak Demokrasi
  Viewer : 949 Kali

Lap     : Sam Pamota
Editor : Nur Aini

Morut,libertiekspress.com–Kampanye Hitam, Perusak Demokrasi dan Pembidik Pemilih Galau
Kampanye hitam disebut hal yang kontraproduktif dalam iklim demokrasi, namun tetap dilakukan para kontestan yang merasa tidak pede dalam pertarungan dengan memanfaatkan celah-celah hukum.
Ilustrasi demokrasi.

Seperti yang dialami Paslon Bupati dan wakil bupati Morut, Holiliana Timomor dan H.Abudin Halilu, menanggapi hal tersebut Raimon Sangi mengajak Warga Moleono untuk memilih “HANDAL”.

Didampingi Tokoh Masyarakat Mori, Raimon Monsangi, Esra Tumimomor, dan Ketua Tim Pemenangan HANDAL Djabar Lahaji, kembali bongkar basis pemilih Desa Moleono, Petasia Barat, Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah (Sulteng), Jum’at (9/10/20).

Dalam rangkaian Giat tersebut, tampak hadir sejumlah funsionaris Partai Pengusung,
Sementara Partai PDI-P diwakili oleh Wakil Ketua DPC Morut, Baharudin, yang sekaligus sebagai Koordinator Jurkam Paslon HANDAL.

Secara khusus Raimon Monsangi, saat membuka orasi politik, lebih menekankan pada aspek clearifikasi issue miring yang menyerang bahwa “Holiliana, tidak pantas memimpin Morut, karena bukan Orang Mori”.

Menurut Raimon Monsangi, itu adalah pandangan yang sangat picik. “filosophy orang Mori, siapapun yang kawin dengan orang Mori, maka secara otomatis Ia sudah menjadi bahagian orang suku Mori, “tandas Raimon.

Selain itu, Raimon Mongsangi juga menandaskan bahwa, “Pasangan HANDAL adalah pasangan yang ideal, yang mewakili semua golongan. dan sangat sempurna untuk menyatukan semua ragam untuk membawa morowali utara ke arah lebih baik.” Ucapnya

Ditempat yang sama Holiliana, dalam closing statement visi dan misinya, kembali menyatakan komitmennya, “Saya dan Pak H.Abudin, hadir untuk meyakinkan kalian bahwa kita mampu secara bersama sama menjadikan Kab.Morut menjadi Kabupaten yang mempunyai daya saing yang tentu dapat mensejahterakan masyarakat Morut pada Khususnya.” Pungkasnya

Lanjut Bunda Holi”, Saya mengajak kita semua untuk santun dan dewasa dalam berpolitik, biarkan masyarakat berdaulat dengan nuraninya, ini pesta yang seharusnya kita sambut gempita, bukan malah menciptakan demokrasi yang memangkas hak rakyat,” Kuncinya

Terpisah,Pengamat politik yang juga pendiri sekolah peradaban, Ismail Samad,S Ip mengatakan,” kampanye hitam merupakan sebuah upaya menyebarkan fitnah dengan tujuan untuk membunuh karakter seorang calon, Namun efektivitas kampanye hitam yang bertujuan mendegradasi seorang calon tergantung pada area penyebarannya,” Kampanye hitam akan efektif mengubah peta elektoral di daerah yang masyarakatnya belum menentukan pilihan terkait, Kalau dalam konteks degradasi suara atau mempengaruhi perilaku memilih masyarakat, bila itu dilakukan pada basis yang sudah jelas pilihannya saya kira tidak akan efektif. Tapi ini kan yang disasar adalah orang yang undecided atau swing voters. Jadi efektif atau tidak sangat tergantung area mereka sebarkan itu,” Imbuhnya

Menurutnya, langkah timses yang tidak bertanggung jawab berkampanye hitam dengan menyerang Holiliana & H. Abudin Haliu berpotensi memengaruhi peta elektoral di wilayah tertentu,” Tambahnya

Selain itu, sambungnya, kampanye hitam itu bisa dikatakan berhasil ketika isunya sudah masuk ke dalam ruang-ruang diskusi masyarakat.

“Semua itu tergantung kualitas isunya dan secara intens masuk ruang diskusi masyarakat. Kalau sudah seperti itu akan jadi hal yang cukup rawan dan harus segera diambil tindakan karena ini mencederai kehidupan berdemokrasi,” Tutupnya

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.