GENDONG NENEKNYA SEJAUH 23 KILO METER UNTUK BEROBAT, PEMUDA INI MINTA PERHATIAN PEMDA
  Viewer : 2376 Kali

Lap: Dona Dwi

Mamuju,Libertiekspress-

Bakti terhadap orang tua di buktikan pemuda 28 tahun ini dengan menggendong neneknya sejauh 23 kiio meter demi mendapatkan pelayanan medis di Puskesmas Kec. Tapalang, Kab. Mamuju, PROV. Sulawesi Barat.

Arsak Arman menggendong neneknya sejauh 23 kilo meter menuju puskesmas

Sebelumnya pada 2016 lalu viral aksi warga Desa Tapalang yang juga dalam keadaan sakit harus di tandu oleh 10 warga sejauh 25 kilo meter secara bergantian demi mendapatkan pelayanan medis di PKM Tapalang.

Kondisi jalan yang memprihatinkan  serta kondisi jembatan yang tidak bisa di lalui kendaraan roda dua apalagi dimusim penghujan membuat warga yang membutuhkan pelayanan medis harus di tandu oleh pihak keluarga.

Aksi pemuda asal Desa Kopeang Arsak arman ini patut di acungi jempol, jarak tempuh 23 km dengan kondisi jalan yang memprihatinkan karena becek serta di penuhi kerikil tajam di tambah harus naik turun Gunung tak menyurutkan tekatnya untuk membawa neneknya ke PKM Tapalang untuk berobat.

Saat di tanya oleh awak media ini Arsak membeberkan,” Di kampung kami tidak ada upaya pemerintah untuk memperbaiki akses jalan, pada hal ada dana Desa yang minimal bisa sedikit demi sedikit bisa di gunakan memperbaiki jalan, karna kalau dari Pemda saya liat terkesan tutup mata”, imbuhnya

Arsak menambahkan,” kami warga Desa Kopeang sudah merindukan jalan yang layak di lewati, tapi ini sudah bertahun tahun tidak ada upaya, kalaupun ada pasti tidak maksimal karna kontraktornya  hanya memikirkan perut bukan kualitas”.

” Banyak warga yang meninggal karna sakit Tampa ada pertolongan medis karna kondisi jalan berlumpur dan kerikilnya tajam-tajam di tambah jarak yang harus kami lewati puluhan kilo”, tambahnya

“Semoga pemerintah Kab.Mamuju bisa memperhatikan dan tergerak Untuk melakukannya perbaikan jalan yang lebih layak di lewati warga Desa, jangan nanti datang dan cuma janji-janji kalau musim politik baru datang bohong, kami warga Desa Kopeang di pesisir sangat berharap di perhatikan “. Tutupnya

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.