TOLAK PENYEMPROTAN DISINFEKTAN KE TUBUH, MENURUT WHO INI BAHAYANYA
  Viewer : 514 Kali

Penulis; Herman S.

Libertiekspeess-

World Health Organization (WHO) “Organisasi Kesehatan Dunia” adalah salah satu badan PBB yang bertindak sebagai koordinator kesehatan umum internasional dan bermarkas di Jenewa, Swiss. WHO didirikan oleh PBB pada 7 April 1948. Direktur Jendral sekarang adalah Tedros Adhanom.

WHO mewarisi banyak mandat dan persediaan dari organisasi sebelumnya, Organisasi Kesehatan, yang merupakan agensi dari LBB.

WHO Indonesia melarang semua orang menyemprot disinfektan ke tubuh  secara lansung karena berpotensi besar  merusak permukaan kulit dan dampak  lainnya berbahaya untuk tubuh yang terpapar disinfektan,  Hal tersebut disampaikan melalui akun Twitter resminya.

Berdasarkan pernyataan WHO Indonesia tersebut maka berikut sejumlah penjelasan WHO Indonesia,  ” Indonesia, jangan menyemprot disinfektan langsung ke badan seseorang, karena hal ini bisa membahayakan. Gunakan disinfektan hanya pada permukaan benda… Ayo #Lawan  COVID-19 dengan tepat!,” tulis WHO Indonesia.

Menurut WHO, menyemprot disinfektan, alkohol, atau klorin ke tubuh seseorang tidak akan membunuh virus yang sudah menempel atau yang telah masuk ke dalam tubuh orang itu.

Menutrutnya semprotan atau bilik disinfektan justru membahayakan mata dan mulut seseorang jika terpapar atau terkena lansung. Karena itu, WHO menyarankan hanya menyemprotkan disinfektan ke permukaan padat atau benda-benda.

“Menyemprot bahan-bahan kimia seperti itu bisa membahayakan jika terkena pakaian atau selaput lendir (contoh: mata, mulut). Ingat, alkohol dan klorin bisa berguna sebagai disinfektan pada permukaan. Namun, harus digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaannya,” tulis WHO.

Sebelumnya, Ketua Tim Pakar Gugus Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito juga tidak sependapat dengan hal itu. Disinfektan yang disemprotkan langsung kulit dan tubuh manusia sangat berbahaya bagi kesehatan.

“Penyemprotan disinfektan di ruang chamber atau langsung ke tubuh manusia tidak direkomendasi karena bahaya bagi kulit mulut dan mata timbulkan iritasi,” ujar Prof Wiku di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (30/3/2020).

Sebenarnya, cairan disinfektan memang efektif untuk membunuh kuman dan virus penyebab penyakit. Namun cairan disinfektan mengandung senyawa kimia yang cukup kuat dan bisa menyebabkan efek samping pada kesehatan.

Penggunaan cairan disinfektan bisa menyebabkan keracunan pada anak-anak dan orang dewasa. Bahkan cairan disinfektan bisa menyebabkan asma bila digunakan jangka panjang dan dihirup lama.

Semua hal itu bisa terjadi bila Anda tidak mengikuti instruksi pemakaian disinfektan yang benar. Bahaya paparan zat kimia dalam disinfektan juga bergantung pada beberapa faktor, seperti:

1. Produk termasuk aerosol, yaitu semprotan halus yang bisa terhirup ke paru-paru

2. Menguap dengan mudah dalam sirkulasi udara yang Anda hirup

3. Ketersediaan ventilasi dalam ruangan yang disemprot disinfektan

Karena itu, cairan disinfektan tidak disarankan langsung disemprotkan ke tubuh, terutama anak-anak. Cairan ini bisa membahayakan kesehatan ketika terhirup atau terpapar oleh kulit dan mata anak-anak.

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.