Pospera Lutim Pertanyakan Integritas KPU Terkait Diterbitkannya Surat Pengantar Tes Swab Bapaslon Bupati & Wakil Bupati  
  Viewer : 346 Kali

Laporan  : Ismail Samad                  Editor       : Redaksi

Lutim,Libertiekspress.Com — Diterbitkannya surat tes Swab PCR SarsCov2 oleh KPUD Lutim yang digunakan salah satu bakal pasangan calon sebagai syarat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Luwu Timur tertanggal 31 Agustus 2020 dipertanyakan oleh Posko Pengaduan Rakyat (POSPERA) Lutim.

Menurut ketua Pospera Kab. Luwu Timur, Erwin R Sandi kepada awak media Selasa 08-Agustus 2020 bahwa tindakan yang dilakukan oleh pihak KPU dengan menerbitkan surat terlampir yang diketahui Ikatan Dokter Indonesia pada tanggal 31 Agustus untuk Swab PCR Sarscovid2 adalah sesuatu yang tidak masuk akal karna salah satu Bapaslon sebelum surat rekomendasi itu diterbitkan sudah melakukan Swab PCR Sarscovid2 pada tanggal 29 Agustus,” Surat pengantar tes Swab yang dikeluarkan pihak KPU belakangan terbit dari pada hasil swab salah satu Bapaslon yang terbit tertanggal 29 Agustus 2020,  sangat tidak masuk akal ” kata Erwin R Sandi.

Lanjut Erwin, “Bagaimana mungkin bisa lebih dahulu keluar hasil Swab dari pada surat pengantar ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK), patutlah kita duga kalau pihak KPU Lutim tidak profesional karena tidak mengikuti tahapan Pilkada yang sebenarnya,” Tambahnya.

“Jika hal ini diakomodir oleh pihak KPU, maka kinerja KPU Luwu Timur dalam menghadapi Pilkada perlu dipertanyakan, masa pihak KPU terbitkan surat untuk pengantar dengan waktu berbeda?, kan aneh” Lanjut Erwir R Sandi.

Lebih lanjut Erwin menambahkan, ”
Kami meminta Bawaslu mengambil langkah tersediri sebagai pengawas pilkada untuk menyelidiki pihak KPU, kami tidak mau Pilkada Luwu Timur tercederai karena adanya oknum tidak bertanggungjawab,”.

Terpisah, Zainal yang menjabat Ketua KPU Luwu Timur yang dikonfirmasi Via telfon membenarkan hal tersebut, Namun menurutnya pihak IDI mengeluarkan jadwal untuk surat pengantar tes Swab berbeda- beda ditiap kabupaten,” Memang kemarin ini IDI mengeluarkan surat berbeda beda setiap Kabupaten, jadi persuratan pertama itu kan tanggal 19 Agustus di Kab. Barru, sementara kami di Lutim menerima tgl 27 agustus, di mana ada lampiran surat IDI yang mensyaratkan bahwa sebelum melakukan pemeriksaan jasmani, rohani dan narkotika Bapaslon di Swab dulu”. Ungkal Zainal

“Pada tanggal 27 itu kita mau menyurat tapi mau menyurat kemana sementara Bapaslon belum ada yang mendaftar, jadi inisiatif kami melakukan diskusi dengan KPU Provinsi dan KPU provinsi bilang jangan menyurat secara resmi karena kita belum punya kewenangan menyurat karna Bapaslonnya belum ada”. Tambahnya

Lanjut Zainal,” jadi tanggal 27,28 dan 29 kami koordinasi dengan teman-teman Parpol pengusung, kami sampaikan siap maki arahkan bapaslonta ke wahidin, nanti pihak wahidin yang mengarahkan, mungkin salah satu bapaslon ini untuk masing-masing palpol pengusung sudah mencari tempat yang diarahkan, Bahkan belakangan saya tau kalau Bapaslon diarahkan ke BBLK, saya sendiri baru tau itu Balai Besar Labolatorium Kesehatan (BBLK).

“Intinya tidak ada maksud melakukan perlakuan berbeda untuk masing-masing Bapaslon, dan kami juga tidak punya kewenangan menentukan tempat untuk Swab karna kami sudah serahkan hal ini ke pihak IDI, Kemudian surat pengantar yang kami buat itu kami mengamnbil contoh lampiran disurat di KPU Barru”.Tutup Zainal

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.