Posko Satgas Covid-19 DiDesa Lawangke Jalur Pintu Masuk Sulsel Ke Sulteng Diduga Berdayakan Pungli, Ini Tanggapan Ombudsman
  Viewer : 316 Kali

Lap     : Yusran.R

Editor : Redaksi

Morut, Libertiekspress.com|| Jalur lintas pintu perbatasan antara Sulawesi Selatan ke Sulawesi Tengah tepatnya di Posko Covid-19, di sekitar wilayah Desa Lawangke, Kecamatan Lembo Raya, Kab. Morowali Utara,
diduga sarat berdayakan pungli dengan modus terkait kelengkapan dokumen Rapid Tes para pengguna jalan.

Hal tersebut dipaparkan Herman.S salah satu tokoh Lembaga Pemerhati & Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (LPPMI), menurutnya sejumlah laporan telah diterima dari masyarakat yang melakukan perlintasan yang tidak dilengkapi bukti Rapid tes dimintai sejumlah uang dengan dalih saling membantu, menanggapi hal tersebut tim Investigasi LPPMI memastikan kebenaran info tersebut, Sabtu 13/2/2021.

“Kami terima sejumlah laporan dari masyarakat, dimana mereka mengatakan kalau pengguna jalan dari arah sorowako/Kec.Nuha dengan tujuan Morowali Utara dan Morowali yang tidak dilengkapi bukti Rapid Tes dimintai sejumlah Uang, namun dibahasakan sukarela atau sesuai keikhlasan”, Imbuhnya

Salah satu warga yang enggan namanya disebutkan mengatakan,“Kalau kami melintas pak maka oknum bagian penjagaan dipintu perbatasan itu meminta surat Rapid Tes, kalau tidak bisa menunjukkan maka oknum petugasnya pura-pura berat membolehkan lewat dan  perjalanan kami dianggap melanggar aturan protokol covid, setelah itu baru kami ditawari bantuan dan dibolehkan lewat dengan catatan memberikan biaya buat beli air minum atau rokok dll baru bisa lewat, mungkin saja setiap warga yang melintas tujuan ke Morowali dan Morowali Utara semua mendapatkan perlakuan sama ,” tutur salah satu Narasumber yang minta dirinya tidak dipublish.

Pengakuan salah satu narasumber juga menguatkan indikasi Pungutan Liar di Pos Satgas Covid-19 di Desa Lawangke seperti yang diutarakan salah satu penggguna angkutan umum,” terus terang kami juga malas berargumen lama lama, karna kami kejar waktu, jadi untuk mempermudah setiap lewat kami belikan rokok ke anggota yang di Pos”. Kuncinya

“Apalagi kalau ada lagi masalah seperti ini yakin kita dipersulit lagi untuk melintas, jadi serba salah”. Tambahnya

Menyikapi Hal Tersebut Herman.S meminta agar aparat penegak hukum tidak temban pilih dalam menerapkan aturan hukum,”Kami dari LPPMI meminta agar jajaran Tim Cyber Pungli Polda Sul-Sel, Jajaran Polres Morut,  Dandim 1311 Morowali, Satgas Covid-19 Kab. Morowali Utara, agar segera melakukan tindakan untuk meminimalisir upaya perbuatan oknum yang mencederai nama baik INSTITUSI dan Jajaran pemda morut”. tambahnya

Herman juga berjanji akan segera melaporkan dugaan Pungli ini ke Ombudsman selaku lembaga negara yang mempunyai kewenangan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik, baik yang diselenggarakan oleh penyelenggara negara dan pemerintahan, termasuk yang diselenggarakan oleh badan usaha milik negara dan badan usaha milik daerah, dengan membawa sejumlah bukti-bukti laporan dari masyarakat,” Kami akan segera berkoordinasi dengan Komisioner Ombudsman untuk menjaga Institusi bersih dari oknum-oknum yang melakukan dugaan Pungli ini”,Tutupnya, Terpisah Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala yang dihubungi Via Watssap menyarankan agar masalah perilaku pungutan liar oknum aparat ini segera dilaporkan kelembaganya,” Sya memastikan Ombudsman akan menindaklanjuti laporan masyarakat ini, Sehingga kami yang mewakili mereka memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan praktik pungli tersebut,” ucap Adrianus kepada libertiekspress.com 15/2/2021

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.