PENGELOLAAN BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL DI LUTIM DIDUGA BERMASALAH
  Viewer : 1166 Kali

Luwu Timur, Roda Operasional Baznas Luwu Timur saat ini terkesan mandek dan kurang efektif dalam mengelolah dan merealisasikan zakat, infaq dan sedekah.

Pasalnya, pengelolah Zakat yang bekerja di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kabupaten Luwu Timur sulsel kini tidak lagi harmonis setelah diisukan bahwa koordinasi antara pimpinan dalam hal ini Ketua Baznas Lutim Abdul Salam Nur dan sejumlah staf bermasalah.

Isu terkait beberapa staf yang saat ini mengalami penggantian dengan dalih kontraknya tidak diperpanjang secara sepihak oleh Ketua Baznas Luwu Timur terus berkembang.

Sejumlah staf Baznas Luwu Timur juga menyebutkan jika hak mereka berupa gaji untuk bulan juni 2021 hingga detik ini belum mereka terima padahal pihak Baznas telah menarik uang gaji mereka dari Bank BRI pada juli 2021 kemarin untuk pembayaran gaji seluruh staf dan biaya operasional lainnya sebesar Rp 100 juta.

Haji Hamka yang menjabat Wakil Ketua satu Basnas Lutim saat dimintai tanggapan terkait hal ini enggan berkomentar banyak, namun dia berharap agar Basnas Lutim kedepan lebih proporsional dalam mengambil langkah,” Tidak bisa dipungkiri bahwa ada masalah di internal Baznas Lutim, sudah saatnya setiap pengelolah dana zakat membuat sebuah inovasi penyaluran yang transparan,” Imbuhnya

Dan berkaitan pencairan Dana di BRI juga di duga menimbulkan masalah baru akibat adanya spesimen tanda tangan oleh Staf yang ditunjuk oleh Ketua Baznas Luwu Timur melalui SK pengangkatan sepihak oleh Ketua Baznas sendiri dengan mengganti Spesimen Tanda Tangan Wakil Ketua Baznas Luwu Timur yang Resmi yang di SK kan oleh Bupati Luwu Timur.

Dengan belum diterimanya upah gaji staf Baznas dan mandeknya pembayaran sejumlah biaya operasional Baznas Luwu Timur, kemudian adanya spesimen tanda tangan oleh staf yang baru menimbulkan kesan jika manajemen di Baznas Lutim sudah tidak sehat, dan tidak proporsional.
Sejumlah staf Baznas telah melaporkan hal ini ke Baznas Pusat dan meminta pemerintah Daerah Dalam hal ini pihak DPRD Luwu Timur untuk turun tangan guna menginventarisir dana Zakat yang dikelola Baznas termasuk BPK dan inspektorat untuk melakukan audit investigasi terkait dana hibah yang dikelola oleh Baznas Luwu Timur.

Waka satu Basnas Lutim ini menambahkan,” Penggunaan dan penyaluran dana zakat harus dipersentasekan, tujuan anggaran yang dikeluarkan, mana penyaluran zakat konsumtif dan zakat produktif, karna saya melihat ada kekeliruan dalam mengambil kebijakan dan kurang efektifnya dan transparan dalam pendistribusian”.

“Mohon do’anya semoga Baznas segera pulih dalam sistem pengelolaan”. Kuncinya

Sementara wakil ketua dua Ustadz Mutawar yang coba mintai keterangan oleh awak media Libertiekspress terkait hal ini  melalui pesan singkat Whatsapp belum memberikan tanggapan.

Lap     : HR

Editor : Redaksi

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.