MIRIS, WARGA DI KAB. LUWU TIMUR INI BERMINGGU MINGGU HANYA MAKAN PISANG & UBI
  Viewer : 7975 Kali

Lap; Herman. S

Lutim,Libertiekspress.Com-

Kab. Luwu Timur dikenal dengan  potensi tambang yang luar biasa, Nickel, bijih besi hingga galian C, hasil kekayaan laut dengan bentangan pantai berkilo kilometer bertebarannya titik potensi daerah tujuan wisata alam, hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, kuliner, dan berbagai jenis komoditas perdagangan.

Tak heran bila kab.luwu timur dianggap mampu menjadi sumber insparasi bangsa Eropa, membangun kebudayaan baru, berkaitan pengolahan SDA berkearifan lokal.

Akan tetapi dengan bekal berbagai keunggulan SDA, dan SDM-nya itu, alih-alih menjadi motor penggerak kemajuan daerah di Kab.Luwu Timur bahkan nasional, hingga kini, Kab. Luwu  Timur malah masih terus berkutat pada persoalan rendahnya indeks pembangunan manusia (IPM) dengan angka kemiskinan di lapangan masih sangat memprihatinkan.

Seperti kehidupan sebuah keluarga  di Dusun Rende-rende, Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Kab. Luwu Timur, jangankan untuk untuk tempat tinggal layak makan saja mereka terpaksa harus menahan lidah akibat tuntutan ekonomi.

Bagai mana tidak? Ibu 4 anak yang akrab di sapa Indok Paluaran atau Indo Bintang(80) ini menyantap nasi sudah menjadi hal yang sangat luar biasa, karena terkadang Indok Bintang bersama ke 4 anaknya hanya mengkomsumsi sayur daun ubi(singkong) jagung serta pisang untuk makanan sehari hari.

Hal ini terungkap setelah kehidupan memprihatinkan keluarga Indok Bintang di unggah pada laman media sosial facebook oleh akun martha tamara.

Martha tamara memohon kepada pemerintah Kab.Luwu Timur serta para dermawan untuk bahu membahu mengulurkan tangan kepada Indok Bittang yang kondisi rumahnya mengunakan atap Rumbia yang kondisinya saat ini bocor-bocor, berdinding papan serta berlantai tanah.

Martha Tamara, mengaku kalau keluarga tersebut adalah tetangga dekatnya, yang hidupnya mengandalkan belas kasih para tetangga.

“Iyya pak saya yang memposting diakun FB saya tadi sore, ibu itu punya 5 anak dimana anak pertamanya yang bernama Paluaran sama sekali tidak bisa apa-apa, anak keduanya Pantong yang biasa mencari nafkah dengan bantu bantu tetangga kemudian jasanya itu kadang di hadiahi beras, gula dan kopi” ucap Martha Tamara.

Lanjutnya lagi ” anak yang ke empat bisu dan tuli, sementara anak kelima normal namun telah berumah tangga dan dia bekerja sebagai penggarap lahan warga” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan resmi dari pemerintah terkait.

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.