Bupati Boltim Sebut Mentri Terlalu Banyak Bikin Aturan Untuk Penyaluran BLT Bagi Terdampak Covid-19
  Viewer : 426 Kali

Lap; Stanley

Boltim,Libertiekspress.Com – Protes keras Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara, Sehan Landjar kepada para menteri yang menangani soal penanganan bantuan kepada masyarakat berdampak Covid-19.

Bupati Bolaan Mongondow Timur, Sehan Landjar

Bupati Bolmut dalam tayangan Vidio amatir yang berdurasi 3.48 Menit tersebut nampak geram akibat mekanisme dan prosedur penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) kepada warga terdampak Covid-19 dinilai terlalu Neko – neko.

Perlu diketahui bahwa mekanisme penyaluran BLT dilaksanakan oleh pemerintah desa dengan metode nontunai setiap bulan, atau ditranfer ke rekening. Jangka waktu masa penyaluran BLT-Dana Desa 3 (tiga) bulan terhitung sejak April 2020 dan besaran BLT-Dana Desa per bulan sebesar Rp 600.000,00 (enam ratus ribu rupiah) per keluarga. Monitoring dan evaluasi skema BLT Dana Desa dilaksanakan oleh Badan Permusyawaratan Desa, Camat, dan Inspektorat Kabupaten/Kota. Sedangkan penanggung jawab penyaluran BLT-Dana Desa adalah Kepala Desa.

Bupati yang masih mengenakan pakaian gamis terlihat geram karena warga penerima bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah pusat tidak bisa menerima bantuan sembako dari Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

“BLT-nya kapan? Masih mau buka-buka rekening inilah, kriteria macam-macam lah. Negeri udah mau bangkrut, menteri-menteri masih pada ngeyel semua!”, Geram Sehan

Sehan Landjar juga memprotes mekanisme bantuan langsung tunai terhadap warga terdampak Covid-19 dinilai terlalu baku, sementara warganya sangat membutuhkan bantuan tersebut.

“Kalau ada 4.700 (penerima bantuan), memangnya Bank Sulut ada buku rekening sebanyak itu?” lanjut Sehan

Menurut Sehan jangan menggeneralisir bahwa seakan akan kepala daerah itu cuma garong, ” jangan menggeneralisir, kasi aja diskresi, dikawal oleh polisi, oleh KPK, Jaksa, dikawal oleh LSM dan Wartawan, terlalu banyak bikin aturan kertas mentri-mentri itu”. Sambung Sehan

“makanya itu mentri-mentri tolong dong, jangan cuma ngomong, dialog sama bupati yang tau keadaan masyarakat”. Tutup Sehan

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.