PASIEN PDP DAN ODP COVID-19 TIDAK DI JAMIN BPJS, INI TANGGAPAN KABAG HUMAS KOTA BEKASI SERTA PIHAK RS
  Viewer : 277 Kali

Penulis; Feriyani / Karin

Bekasi,libertiekspress-

Maret 31/3/2020, Bencana nasional  Luarbiasa wabah memaatikan  Virus Covid-19 atau Corona hingga saat ini pasien yang masuk daftar PDP, ODP, SUSPECT serta yang berstatus positif terpapar di Indonesia terus bertambah.

Pemerintah sendiri telah mengumumkan bahwa status darurat medis akibat wabah ini adalah Kejadian  Luar Biasa sejak 4 Februari.

Mengantisipasi hal yang bisa menjadi momok mengerikan di kalangan masyarakat menengah ke bawah ini  Menteri Kesehatan sendiri telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/Menkes/104/2020 tentang Penetapan Infeksi Novel Coronavirus (Infeksi 2019-nCoV) sebagai penyakit yang dapat menimbulkan wabah mengerikan dan upaya penanggulangannya.

Menyoal penyebaran virus ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta pihak BPJS Kesehatan untuk turut serta menanggung penanganan pasien virus corona, namun sayang hal ini berbanding terbalik di mana seorang pasien NA (21) tahun warga Lampung, yang di duga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terpapar Wabah Virus menular Covid-19, dia mengeluh sejumlah pembiayaan Administrasi salah satu Rumah Sakit di Bekasi yang di posting melalui Akun Facebook Yulia Anita.

Anehnya, NA (21) yang memiliki BPJS (KIS), tetap harus membayar administrasi Rumah Sakit untuk biaya perawatan. Apakah BPJS (KIS) tidak mengkover bencana kejadian luar biasa ini ?

Mengetahui hal ini Kabag Humas Kota Bekasi Sayekti angkat bicara melalui pesan singkat di Group WhatsApp mengatakan “bahwa temuan kasus ini bukan kali ini saja terjadi”.

Sayekti Rubiyah menerangkan ” untuk kasus PDP, ODP, kan tidak di jamin BPJS kesehatan, dan kemudian jika KTP nya bukan Kota Bekasi, maka tidak bisa menggunakan LKM NIK juga dari DINKES, Asuransi seperti Inhealth juga tidak menanggung, mau tidak mau untuk pembayaran nya harus umum” jelasnya.

Saat Awak Media mengkonfirmasi ke pihak RSU. Juanda jln. Ir. H. Juanda No. 326 Bulak kapal, Bekasi Timur di mana NA di rawat, dan di terima langsung oleh Ali Saefudin selaku Kepala Bidang Perawatan.

Ali Saefudin selaku Kepala Bidang Perawatan di Rs. Juanda menerangkan ” memang benar pasien A/n NA di rawat disini sejak hari Kamis lalu (26/3) dengan diagnosa Pasien Dalam Pengawasan (DPD) Covid-19, dan kami sudah menangani sesuai SOP”, tuturnya.

Lanjutnya lagi ” saat pasien di nyatakan PDP dengan hasil laboratorium kami akan merujuk pasien ke Rumah Sakit Pemerintah, berhubung kondisi pasien droop, akhirnya di rawat disini, Alhamdulillah pasien sudah membaik dan Dokter yang merawat mengizinkan pulang, akan tetapi pasien ini harus di isolasi Mandiri selama 20 (dua puluh) hari,” jelas Ali Saefudin.

Masih kata Ali ” Akan tetapi sampai saat ini sejak pasien masuk dari pihak keluarga pasien belum ada yang datang kemari untuk menjamin pulang, baik untuk pengawasan nya nanti maupun biaya Administrasi nya. Pasien hanya memiliki kartu BPJS, sedangkan BPJS tidak menjamin biaya pengobatan nya dan Pemerintahan tidak bisa menjamin di karenakan KTP pasien bukan KTP Kota Bekasi,” tegas Ali Saefudin.

Pada kesempatan yang sama salah satu Tim Relawan dan juga Sebagai Ketua DPC Pejuang Siliwangi Kota Bekasi Maroni mengungkapkan ” Dengan kondisi seperti ini, di mana Wabah Virus Covid-19 sedang menimpa negeri kita, mari kita bersama-sama saling membantu dan bukan untuk saling menyalahkan, untuk itu apapun bentuk informasi yang ada harus di perjelas dulu kebenaran nya, karena saat-saat seperti ini masyarakat kita sangat sensitif dengan banyaknya informasi khususnya Virus Covid-19 yaitu dengan korban yang ada,” tuturnya.

Maroni berharap ” semoga seluruh masyarakat kita khususnya di Kota Bekasi dapat lebih mengikuti instruksi Pemerintah, agar penyebaran Virus Covid-19 dapat dengan cepat di atasi,” tutupnya.

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.