DIDUGA BEDA PILIHAN DI PILKADA LUTIM, WARGA KEC.TOWUTI DIUSIR PEMILIK LAHAN
  Viewer : 3440 Kali

Laporan: HR                              Editor    : Redaksi

Lutim,Libertiekspress.Com– Sebuah keluarga yang hidup pas pasan di Desa Rante Angin, Kec. Towuti, Kab. Luwu Timur terpaksa hengkang dari tanah yang sudah ditempati mereka selama puluhan tahun,diduga pemicunya akibat beda pilihan dimomen Pilkada Luwu timur, Kamis 9 September 2020.

Abbas Lamude (50) yang akrab disapa om kumis Dibantu puluhan tetangga dan kerabat terpaksa mengangkat secara manual rumah panggung sederhana terbuat dari kayu tersebut yang kemudian dipindahkan sekitar kurang lebih 500 meter dari posisi awal ke lahan milik salah satu warga yang mengiklaskan lahannya digunakan sementara.

Habil(34) salah satu warga tetangga Desa yang ikut membantu proses pemindahan bangunan rumah tersebut menuturkan bahwa konflik tersebut diduga akibat beda pilihan dipilkada Lutim, “Awalnya kami tidak tahu apa permasalahannya sampai itu rumah mau dipindahkan, nanti pada saat istirahat ada teman yang tanya ke om kumis bahwa kenapa dipindahkan rumahta? Om kumis saat itu menjawab kalau pemilik lahan pernah bertanya kedia bahwa, siapa yang dia dukung om kumis dipilkada?, Om kumis saat itu menjawab bahwa dia dukung Ibas-Rio, Mendengar jawaban itu pemilik lahan (Pihak Pak Rama) lansung bilang ke om kumis untuk segera pindah kalau memang tidak satu dukungan terhadap salah satu  Bakal calon Bupati dan Wakil Bupati”. Habil menirukan percakapan singkat sesaat setelah melakukan proses pengangkatan badan rumah

Terpisah, ammang yang juga salah satu warga yang ikut bergotong royong mengangkat rumah tersebut mengatakan,”sudah hidupnya pas-pasan, kemudian disuruh pindah karena persoalan beda pilihan, kasian kita liat… kami saat ini cuma bisa bantu dengan tenaga, namun kita terus berupaya untuk memberikan dukungan moril, harapan kita semua, semoga om kumis ini tetap sabar “. Imbuhnya

Jika hal ini  benar sesuai fakta maka pesta demokrasi yang seharusnya menjadi pesta ajang mencari pemimpin yang terbaik secara sehat tercederai dan dalam posisi dilematis dan terbelakang. Di satu sisi memang harus diakui bahwa kodrat demokrasi adalah strategi dengan manipulasi dalam menyajikan pilihan kepada masyarakat, namun seharusnya tetap mengedepankan silaturrahmi, kemanusiaan dan keamanan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pak Rama (Pemilik Lahan).

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.