PEDAGANG PASAR PARUMPANAI TOLAK RELOKASI, PEDAGANG ; LOKASINYA JAUH DARI PEMUKIMAN WARGA
  Viewer : 408 Kali
Lokasi pasar parumpanai ditolak pedagang,alasannya jauh dari pemukiman warga

Lutim,Libertiekspress.Com– Pemindahan Pasar Parumpanai sangat disayangkan warga, salah satunya dari tokoh masyarakat yang juga merupakan tokoh pemuda di desa tersebut, dimana menurut pedagang pembangunan pasar yang berada di Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Kab. Luwu Timur tersebut tidak memberi asas manfaat.

Pasar yang dibangun di tahun 2018 itu dengan sumber anggaran APBN melalui Kementerian Perdagangan RI dimana sebelumnya mendapat penolakan terhadap sejumlah pedagang diDesa Parumpanai. Pasalnya, pasar tersebut dibangun diatas lokasi yang aksesnya jauh dari pemukiman warga.

Jabir, tokoh pemuda mengatakan bahwa sebelumnya ratusan pedagang pasar sudah menolak dipindahkan ke pasar tersebut, mereka hingga menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPRD Lutim namun pihak terkait dan Pemerintah Luwu Timur tetap melanjutkan pembangunan dan memindahkan pasar yang lama itu.

“Sebenarnya msyarakat sangat membutuhkan bangunan pasar ini, tapi pihak terkait juga harus memikirkan lokasinya yang jauh dari pemukiman jangan asal bangun saja harus memikirkan kenyamanan terhadap masyarakat atau pengunjung pasar. Apa gunanya dibangun namun tidak memberikan manfaat baik terhadap masyarakat ,” kata Jabir.

Kepala Desa (Kades) Parumpanai, Judel yang dikonfirmasi mengatakan, bahwa pembangunan pasar tersebut sebelumnya tidak dilakukan sosialisasi oleh dinas terkait terhadap masyarakat sehingga banyak masyarakat yang tidak setuju dipindahkan pasar tersebut.

“Pihak Koperindag dalam hal ini selaku dinas terkait, tidak pernah melakukan sosialisasi dan tatap muka dengan para pedagang Pasar untuk merelokasikan dan memindahkan lokasi pasar ini , ” ungkap Judel.

Sementara itu Kadis Koperindag Kabupaten Luwu Timur, Rosmiyati Alwy,menjelaskan dalam rilisnya, Dinas berharap baik pemerintah Desa ataupun pedagang ataupun yang mengatasnamakan dirinya masyarakat membuka diri untuk bersama sama mengoprasionalkan pasar tersebu

“Kami melakukan Sosialisasi baik pada saat mau dibangun ataupun pada saat mau dipindahkan, sosialisasinya tidak dalam ruangan tetapi bertemu langsung dengan para Pedagang ,sekaligus mendata pedagang yang ada,”rilis Rosmiyati

Lebih lanjut dia menjelaskan dalam rilisnya “Kenapa pak Jabir tidak berkoordinasi langsung dengan Pihak Dinas. Kamipun sebetulnya mempertanyakan,ada apa kok pedagang dikatakan tidak mau pindah padahal di pasar lama ini mereka nyewa tempat jualan sementara di Pasar Baru semua Gratis,” Lanjutnya.

Tak sampai disitu diapun menambahkan, “pada saat mereka membawa aspirasi ke DPRD, pihak DPRD mengkonfirmasi ke kami terhadap apa yang mereka pertanyakan, antara lain lokasi pasar, kami jawab bahwa lokasi pasar yang lama sama sekali tidak memenuhi syarat untuk membangun karena legalitas lokasi kami tidak tau seperti apa,sambungnya

Lanjutnya, yang pasti ada sekitar 8 orang pemilik, apakah ada sertifikatnya namun tak ada yang kasi jawaban waktu itu, kalau soal jaunya dari pemukiman sama sekali tidak, maka oleh DPRD mengatakan bahwa kalau lokasi tidak clear n clean maka sama sekali tidak ada jalan untuk dilakukan pembangunan,baik pasar ataupun bangunan lain,” sambungnya lagi.

Lap  ; Mahmud

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.