Poling Sementara Versi NPRC, IBas-Rio Jauh Tinggalkan Rivalnya MTH-Budiman
  Viewer : 1981 Kali

Lutim,Libertiekspress.Com– Jelang pilkada serentak yang dilaksanakan 9 Desember 2020 mendatang, 38 lembaga survei yang kembali di pimpin Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Philips J Vermonte sebagai Ketua Umum periode 2019-2024 terus gencar melakukan survei disejumlah daerah yang melaksanakan pesta lima tahunan ini

Dari sisi organisasi, Persepi telah melakukan pembenahan keanggotaan dengan memverifikasi ulang dan penerapan standardisasi baru, serta peningkatan kapasitas anggota dalam melakukan riset opini publik.

Penekanan Philips di uraikan dalam tiga hal utama yang menjadi prioritasnya selama periode kedua kepemimpinannya ini, antara lain-
Terkait peningkatan kapasitas, profesionalitas, dan kompetensi anggota melalui standardisasi metodologi dan alat ukur riset.
-Kedua yakni menggelar kegiatan sharing knowledge terhadap kegiatan-kegiatan ilmiah.
-Terakhir, mendorong pemerintahan semakin terbuka menggunakan data-data hasil riset, termasuk survei opini publik untuk proses pengambilan kebijakan publik.

Setelah merilis pooling disejumlah daerah diantaranya Bandung dan Banyuwangi, Nusantara Politica Research and Consulting (NPRC) kembali merilis hasil pooling untuk kab. Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Pooling yang digelar NPRC sejak 1-14 September 2020 dan ditutup pada pukul 12.00 WIB tersebut, Irwan Bachri Syam yang berduet Andi Muh. Rio Pattiwiri Hatta jauh mengungguli Moh.Thoriq Husler yang berduet Budiman Hakim di angka 51,05 % untuk Ibas-Rio Dan Husler-Budiman di angka 39,23 %. Sedangkan yang belum menjawab/rahasia 9,72 %. Margin of error 2,2 % dan tingkat Kepercayaan sebesar 97 %

“Pasangan MTH-Budiman yang awalnya berusaha memborong semua partai dan berupaya berhadapan dengan kotak kosong untuk menjegal wakil bupati IBAS, sekarang dihadapkan pada fakta bahwa dukungan warga Luwu Timur terhadap IBAS semakin tak terbendung. Bahkan sekarang menyalip si Bupati sendiri,” ucap Muslim Lubis, peneliti NPRC dalam rilisnya di Jakarta (14/09/2020).

Menurutnya, kami mengamati tren elektabilitas dua calon ini sejak bulan Juli 2020. Tren elektabilitas IBAS memang terbilang meningkat. Pelan namun pasti terus naik.

Sedangkan MTH-Budiman (sambung Muslim), bisa dibilang stagnan bahkan cenderung turun. Utamanya pada bulan Agustus, elektabilitas MTH terus merosot, 3 bulan kedepan ini menjadi tantangan apakah MTH mampu mengejar IBAS atau semakin tertinggal. (Lap : Mahmud)

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.