Pendemo dan Polisi Saling Dorong di Depan Kantor KPU Lutim, Sempat Terjadi Insiden Kecil
  Viewer : 601 Kali

Lap      : Yusran. R

Editor  : Nur Aini

Lutim,libertiekspress.com–Pendemo dan Polisi Saling Dorong di Depan Kantor KPU Luwu Timur, Jumat 23 Oktober 2020 pukul 14.00 Wita.

Aksi Saling dorong antara pendemo yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cinta Demokrasi ini dipicu akibat pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pihak Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) yang terkesan tidak mengindahkan permintaan massa aksi untuk duduk bersama mengkaji terkait sejumlah kejanggalan dugaan cacat administrasi salah satu berkas Pasangan Calon (PASLON) Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur.

Aksi saling dorong tersebut mengakibatkan satu anggota Polres Lutim yang diketahui bernama AIPTU BASRI terjatuh menimpa barrier kawat berduri yang mengakibatkan punggung telapak tangan Aiptu Basri mengalami luka robek.

Dalam aksi tersebut Suaib salah satu orator meminta dan mengajak pihak KPU dan BAWASLU untuk transparan dalam sejumlah dugaan kekeliruan pihak KPU yang disinyalir masuk angin dalam penetapan salah satu pasangan calon, ” kami Aliansi masyarakat cinta demokrasi ingin mendengar dari pihak KPU dan Bawaslu secara terbuka terkait sejumlah dugaan kekeliruan dalam penetapan salah satu Paslon,” Ungkapnya

“Jika pihak KPU dan Bawaslu tidak merespon hal ini maka kami sebagai masyarakat cinta Demokrasi akan menduduki kantor KPU dengan membawa Massa lebih banyak,” Tambahnya

Lebih lanjut salah satu Aktivis senior di Kab. Luwu Timur ini mengatakan,”kami menilai pihak KPU terindikasi tidak profesional dalam menjalangkan tugas fungsinya sebagai panitia penyelenggara Pilkada, jadi sekali lagi kami masyarakat peduli demokrasi meminta agar pihak KPU dan Bawaslu mau duduk bersama membahas ini,” Tutupnya

Ditempat yang sama jendral lapangan Nasriadi Haruni meminta pihak penyelenggara tidak main-main dalam mengambil keputusan,” Kami meminta agar KPU dan Bawaslu Lutim selaku representatif perwakilan masyarakat, memenuhi kehendak rakyat dengan mengusut tuntas indikasi kecurangan pemilu, sangat disayangkan jika justru pihak KPU dalam hal ini Sainal yang menjabat ketua KPU meminta kemasyarakat mencari undang-undang yang merujuk pada penetapan Paslon Bupati dan Wakil Bupati walaupun pada dokumen KTP-el dan B1KWK terjadi perbedaan nama”. Tutupnya

Aksi unjur rasa sendiri berlangsung lancar dan terkendali setelah Ketua KPU dan Bawaslu menemui pendemo dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.