LUWU TIMUR MEMILIH KEPALA DAERAH 2020, IBAS – RIO DIYAKINI HADIR DENGAN VISI MISI PRO RAKYAT
  Viewer : 595 Kali

Penulis : HR                              Editor   : Redaksi

Lutim, Libertiekspress.Com– Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak semakin dekat, tepatnya pada 9 Desember 2020. KPU Provinsi Sul-Sel mencatat ada 12 daerah Kabupaten, Kota yang akan mengikuti perhelatan akbar itu termasuk diantaranya Kabupaten dengan laju pertumbuhan ekonomi terendah di Sul-Sel pada tahun 2019 yakni Kab. Luwu Timur.

Mencermati daftar pemilih tetap di Pilkada Lutim 2020 yang berkisar 18.945 Ribu kurang lebih , tampaknya yang menarik untuk kita diskusikan lebih lanjut adalah seberapa besar proporsi pemilih yang tergolong sebagai pemilih cerdas, sehingga diharapkan mampu menghasilkan kepala daerah yang berkualitas. Hal ini terus digaungkan pasangan Ibas – Rio yang identik dengan pergerakan kaum milenial ini, Bagi pasangan Ibas – Rio menjadi penting karena bobot kualitas dan kompetensi pemimpin daerah yang kelak terpilih secara demokratis sangat tergantung kepada moralitas atau kecerdasan nurani pemilihnya.

Pemilih yang cerdas adalah mereka yang memiliki sejumlah karakteristik perilaku memilih pemimpin. Pertama, anti money politic yakni pemilih yang menentukan pilihannya tidak karena motif kontrak politik, imbas balik iming-iming proyek, imbalan materi atau menerima suap sejumlah uang atau pun bentuk material lainnya dari pihak atau paslon tertentu. Namun, pilihannya didasarkan atas ketajaman dan keyakinan nuraninya bahwa Calon yang diperjuangkan nantinya mampu membawa Luwu Timur lebih baik tampa Iming-imin pribadi.

Tidak asal pilih, yakni konstituen dalam memilih calon pemimpin daerahnya tidak sekedar menggugurkan hak/kewajibannya sebagai warga daerah. Tapi memilih secara bertanggung jawab, maknanya calon pemimpin yang akan dipilih sudah diperhitungkan dengan matang, serta diyakini mampu membawa kemajuan, kemaslahatan dan kesejahteraan bagi Kab. Luwu Timur.

Visi, misi dan platform usungan partai/koalisi Nasdem – Demokrat ini menjadi pertimbangan utama untuk memutuskan pilihan definitifnya. Sehingga menurut Ibas – Rio hanya calon kepala daerah yang memiliki visi dan misi yang logis dan ‘Pro rakyat’ yang diyakini mampu memikat masyarakat. Karena tipologi calon seperti itu biasanya akan menghindari jebakan janji-janji politik yang berlebihan serta abai terhadap realitas di lapangan.

Pemilih yang belajar dari pengalaman empiris perihal banyaknya pejabat daerah dan jajaran kepala Dinasnya yang tersandung kasus pidana korupsi. Operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi dan jajaran Polri berhasil menggelandang sejumlah kepala daerah dan jajarannya yang diduga terjerat kasus pungli dan tipikor.

Sejak awal diterapkan pada 2005 hingga tahun 2020, sudah 300 kepala daerah di Indonesia yang sudah di tetapkan menjadi tersangka kasus korupsi, dimana 124 di antaranya ditangani KPK.
Sehingga belajar dari pengalaman tersebut, pemilih hanya akan mencoblos calon kepala daerah yang rekam jejaknya relatif bersih dari korupsi, dan potensi melakukan penyalahgunaan kekuasaannya.

Ismail Samad, S. Ip
Pendiri sekolah peradaban

Ismail Samad, S.Ip salah satu tokoh pendiri sekolah peradaban saat di temui dikediamannya Sabtu 12 September 2020 mengatakan bahwa, semoga Bapaslon yang akan bertarung nantinya tidak mengedepankan nafsu, “Kita berharap, para paslon kepala daerah yang akan bertarung tidak terjebak dalam ‘syahwat kekuasan’ yang cenderung ambisius sehingga menghalalkan segala cara untuk, curang, dan kolutif”. Imbuhnya

“Masyarakat berharap agar Paslon-paslon kepala daerah memposisikan kekuasaan politik bukan sebagai tujuan akhir, tapi sebagai sarana untuk ‘berbuat baik’ kepada masyarakat Luwu Timur secara keseluruhan, pada konteks tersebut kita berharap proses Pilkada bisa menghasilkan calon pemimpin daerah yang baik, cakap/cerdas, kompeten, dan amanah tentunya”.Tambahnya

Lebih lanjut putra Balambano ini mengungkapkan,” Apabila kita melihat potensi masing-masing daerah yang bisa dikembangkan lebih berkemajuan, mandiri, sejahtera, dan makmur, serta tuntutan daerah untuk menghadapi persaingan global, khususnya dalam menghadapi pasar Masyarakat Ekonomi ASEAN, maka dibutuhkan kepala daerah yang bertipe penerobos (breakthrough leadership), disebut sebagai breakthrough (penerobos), karena kepala daerah demikian nantinya mempunyai kemampuan untuk membawa perubahan extra-ordinary terhadap daerahnya dengan jalan, reinvent (memperbaiki kembali) mental dan karakter bawahan, dan perbaikan kelembagaan secara menyeluruh; memulai proses penciptaan inovasi; meninjau kembali struktur, proses dan nilai-nilai kedaerahan (local wisdom) agar lebih baik dan lebih relevan; dengan cara-cara yang menarik dan menantang bagi semua pihak yang terlibat dan mencoba untuk merealisasikan kemajuan daerah, yang selama ini dianggap tidak mungkin dilaksanakan”. Lanjutnya

“Kepala daerah penerobos memahami pentingnya perubahan yang mendasar dan spektakuler dalam mengelola daerah, tugasnya untuk mencapai hasil yang diinginkan masyarakat, pemilih mengharapkan proses Pilkada dapat memenuhi kriteria sebagai Pilkada yang berkualitas, profesional, jujur, dan adil (jurdil), bertanggung jawab dan bersih dari segala bentuk kecurangan. Pilkada tidak hanya sekedar rutinitas memilih kepala daerah, namun Pilkada yang berdampak pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat daerah, kemajuan daerah sangat tergantung kepada kualitas pemimpin daerahnya, oleh karena itu memilih calon pemimpin daerah yang terbaik menjadi niscaya. Sehingga kita berharap di daerah yang kaya akan hasil perut bumi ini lahir kepala daerah yang diharapkan mampu  mencatatkan prestasi gemilang bagi daerahnya”. Ungkapnya

“Karena memang daerah kita ke depan membutuhkan pemimpin yang mampu ‘menerobos’ kebuntuan penyelesaian masalah-masalah krusial dan berat di daerahnya, seperti kemiskinan akut hingga ke pedalaman, tingginya angka kriminalitas, masih buruknya layanan kesehatan masyarakat marjinal, krisis lingkungan hidup dan pencemaran lingkungan, lonjakan angka pengangguran, rendahnya daya beli masyarakat desa, rendahnya daya saing petani/peternak/nelayan, dan sebagainya”. Tutup Tokoh LPPMI ini

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.