Warga Sorowako Bangga Atas Prestasi Desanya.
  Viewer : 662 Kali

Sorowako – Libertiekspress-

Selain pengembangan pemberdayaan masyarakat desa,Jihadin Peruge Kades Sorowako,kecamatan Nuha,Kabupaten Luwu Timur yang meraih juara 1 pada Lomba Desa tingkat Kabupaten terus berinovasi yang membuat segenap masyarakat desa Sorowako bangga kepadanya.

Kali ini ini,sang kades berprestasi tersebut selain mengembangkan potensi wisata danau Matano,juga mulai memikirkan tentang pengembangan potensi desanya dengan satu terobosan baru berupa uji coba pembuatan biogas sebagai upaya untuk mempermudah ibu-ibu rumah tangga dalam memperoleh gas imbas dari langkanya tabung elpiji 3kg diperedaran.

Dalam ujicoba biogas ini,Jihadin dengan kolaborasi kreatif masyarakat yang tergabung dari beberapa Forum Pemuda menggelar pertemuan bersama perangkat desa seperti BPD,BUMDES serta melibatkan seluruh masyarakat yang ingin menyalurkan gagasan demi terciptanya hal-hal yang bisa meningkatkan kreatifitas.

Pertemuan tersebut membuahkan ide pembuatan biogas dengan bahan baku yang mudah didapat atau yang boleh dikata melimpah dari alam desa Sorowako seperti ecenggondok dan kotoran ternak(sapi).

Diketahui,ecenggondong yang dianggap gulma atau tanaman penggagu bagi sebagian orang ternyata mengandung gas yang dapat membantu untuk menciptakan tekhnologi biogas dicampur bahan lain yang juga mengandung gas,seperti kotoran ternak dan lain-lain.

Keseriusan dari pengembangan tekhnologi biogas dapat terlihat dari banyaknya Drum-Drum yang tersusun rapi diseputaran kantor desa Sorowako.dimana nantinya Drum-Drum tersebut akan dijadikan wadah penampungan untuk menyatukan tanaman ecenggondok dan kotoran ternak untuk menghasilkan biogas yang akan diujicoba seberapa lama gas yang dihasilkan bisa bertahan.

Setelah nantinya ketika ujicoba itu berhasil,sebelum dijadikan gas rumah tangga,tekhnologi pembuatan biogas tersebut rencananya akan diikutkan dalam Lomba Tekhnologi Tepat Guna yang akan diselenggarakan di ibukota kabupaten Luwu Timur dalam waktu dekat.

Inspirasi pembuatan biogas berbahan baku Gulma dan kotoran ternak tersebut muncul atas keprihatinan pemerintah desa melihat keluhan masyarakat tentang sulitnya mendapatkan tabung gas 3kg akhir-akhir ini.

Selain biogas,Jihadin juga terinspirasi menjadikan pernak pernik dari bahan batok kelapa sebagai hiasan maupun sebagai wadah konsumsi,dengan tujuan pengembangan kreatifitas warga yang nantinya akan coba dipasarkan guna menambah pundi-pundi keuangan desa bilamana itu berhasil.
(Red/Ali Rauf)

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.