TERDUGA PENISTA AGAMA BERSTATUS JANDA BERANAK 2 TERANCAM 6 TAHUN PENJARA
  Viewer : 568 Kali

Palopo-Liberti Ekspress

Warga Kelurahan Luminda, Kec. Wara Utara pemilik Laman Media Sosial Facebook ( FB ) Eka Trisusanti Toding siang tadi Minggu 14/7/2019 di jemput di rumahnya setelah postingan di laman Facebooknya Viral di duga karena menyakiti Umat Muslim, unggahan tersebut terang-terangan menghina Nabi Muhammad beserta Keluarganya.

Gerak cepat Jajaran Polres Palopo menjemput dan mengamankan wanita berstatus janda beranak dua ini setelah satuan Polres Palopo menerima pengaduan dari Forum Umat Islam Palopo yang kemudian di giring ke Polres Palopo untuk di lakukan pemeriksaan pada pukul 11.00 Wita, ” yang bersangkutan( Eka) setelah postingan di laman Facebook pribadinya di laporkan Forum Umat Islam di Palopo”, Ungkap AKP Ardy Yusuf ( Kasat Reskrim Polres Palopo ).

Berselang tiga setengah jam di lakukan pemeriksaan tepatnya pukul 02.30 Wita jajaran Polres Palopo resmi melakukan penahanan guna pemeriksaan lebih lanjut,” setelah kami dalami dan melakukan penyidikan kami tetapkan Eka tersangka”, Ardy menambahkan.

Barang bukti yang di sita oleh Satreskrim Polres Palopo yakni 1 unit HP jenis iPed merk Samsung, adapun postingan yang di laporkan menurut keterangan Eka yang juga Anak salah satu Guru Sekolah Menengah Atas di Palopo ini bahwa apa yang di postingnya berdasarkan kesaksian Imam asal Australia yang beredar di YouTube yang kemudian di Share lewat laman pribadinya namun mengulangi kalimat tersebut yang di tuangkan dalam bentuk tulisan, adapun potongan kalimat tersebut antara lain, MUHAMMAD adalah ORANG MUNAFIK, NABI LAPAR SEX ( JIHAD MELEDAKKAN DIRI SENDIRI UNTUK MENDAPATKAN 72 BIDADARI, MUHAMMAD KENCING SAMBIL BERDIRI KEBINATANG. AISYAH ISTRI MUHAMMAD ADALAH SEORANG TERORIS…dst.

Atas perbuatannya, Eka Trisusanti Toding di duga melanggar pasal 28 ayat 2 Jo pasal 45 a ayat 2 UU no 19 tahun 2006 tentang perubahan atas UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik ( ITE ), AKP Ardy Yusuf menambahkan.
” Terduga pelaku ini diancam kurungan badan 6 tahun penjara dan denda 1 milyar. Tutupnya
SAHRA/ HRM

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.