SEBUT PEWARTA ASAL TULIS TERKAIT TERORIS, AKTIVIS LPPMI TUDING WALIKOTA BEKASI ASAL NGOMONG
  Viewer : 1442 Kali
Detasemen khusus 88 Mabes Polri saat melakukan penggerebekan tempat tinggal terduga teroris

Bekasi,Libertiekspress-

Rahmat Efendi yang menjabat Wali Kota Bekasi yang di sebut-sebut telinganya panas akibat Kota yang dipimpinnya di cap salah satu sarang teroris oleh sejumlah pemberitaan di media On Line penuh enigma, pasalnya pernyataan tersebut di tuding asal ceplos dan tidak punya barometer.

Menurut Rahmat yang juga salah satu politisi partai Beringin ini bahwa daerahnya tak ingin di cap sarang teroris,” Teman-teman harus membedakan kota Bekasi dan Kab.Bekasi, jangan hanya tulis Bekasinya saja”, ungkapnya, di kutip dari salah satu media pada Selasa 15 Oktober 2019.

Pernyataan Rahmat ini membuat Herman.S salah satu Presidium LPPM Indonesi angkat bicara,” Rahmat ini seharusnya profesional dalam membuat pernyataan, apalagi menyangkut pemberitaan, apakah dia pembaca yang dungu sehingga pernyataan tersebut terkesan buram dan talk gibberish (ngomong asal-asalan)?, saya lihat dalam redaksi setiap pemberitaan yang di maksud jelas di sebutkan Kec.Tambun Utara, Kab. Bekasi, Jawa Barat, mungkin dia kurang simak isi redaksi penulisan keseluruhan pemberitaan sehingga masalah ini saya anggap di jadikan bahan kegaduhan di media”, pungkas Herman

Menurut Herman yang akrab di sapa Endra ini bahwa pernyataan tersebut bukanlah sesuatu yang harus di besar-besarkan,” Siapa yang berani menjamin Kota Bekasi steril dari terduga teroris? Jaringan yang diduga radikal ini kan bisa beradaptasi dengan alam sekitar, oknum atau pemerintahan mana yang bisa memantau aktifitas warga 1×24 jam yang terindikasi menjadi bagian dari kelompok JAD selain satuan khusus?, jadi menurut saya pernyataan walikota tersebut terkesan ingin mencari sensasi”, Tambahnya

“Contoh saya kasi sampel, bagaimna dengan kejadian saat AS (26) warga Kelurahan Aren Jaya, Kec. Bekasi Timur, Kota Bekasi yang juga dikaitkan sebagai terduga kelompok JAD yang di amankan Tim Detasemen Khusus 88 (Densus) Anti Teror Mabes Polri pada Senin 23 September 2019? Jadi siapapun tidak ada yang bisa menjamin daerahnya steril dari terduga teroris, karna gerakan kelompok JAD ini terstruktur dan massif”, Tutupnya. 

Lucunya, Rahmat mengakui kalau ada beberapa terduga teroris yang bertempat tinggal di kota Bekasi, namun pihaknya kesulitan mengindentifikasi terduga teroris yang berbaur dengan masyarakat pada umumnya ,” di Kota yang Plural ini memang sulit untuk mengidentifikasi masalah itu, minimal ada updating data sebulan sekali”. Pungkasnya. ( HR/KARIN )

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.