Perbatasan Sulsel – Sulteng Rawan Pungli
  Viewer : 294 Kali
Ilustrasi Larangan Pungutan Liar

Pendolo, Libertiekspress-
Jalur trans Sulawesi, tepatnya didaerah perbatasan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah, diduga jadi sarang pungli oknum aparat tertentu.
Hal itu dikemukakan seorang sopir dan kondektur truk asal Makassar, sabtu, 3/8/2019.
Kepada awak media, sopir yang mengaku selalu melalui rute trans Sulawesi ini mengaku baru saja diberhentikan sekelompok orang yang berpakaian anggota kepolisian dari satuan lalu lintas bersama seseorang yang mengenakan baju dan helm bertuliskan “PM”.
Dari informasi tersebut, awak media mencoba mendatangi lokasi dimaksud dengan menumpang salah satu kendaraan yang rencananya akan melalui daerah tersebut.
Dari pantauan awak media ini dilapangan, nampak sejumlah oknum aparat berpakaian lalu lintas yang saat ini mengaku ditugaskan di Pos Perbatasan.
Anehnya, meski mengaku ditugaskan di Pos Perbatasan, namun mereka menggelar operasi di daerah pegunungan, sekira lebih kurang 3 – 5 kilometer dari Pos tempat mereka harusnya berjaga.
Selain digelar tengah malam hingga dini hari, keanehan lain dari “Operasi” yang digelar di daerah hutan pegunungan perbatasan Sulsel-Sulteng ini yakni tidak adanya pemberitahuan adanya Operasi.
Saat menghentikan kendaraan, beberapa oknum aparat tampak berdiri layaknya preman ditengah jalan.
Hal lain yang juga “aneh” dalam pemeriksaan tersebut yakni cara memeriksa surat kendaraan, pemeriksaan fisik kendaraan, hingga penggeledahan kendaraan dilokasi Operasi.
Dari pantauan awak media ini, sedikitnya ada 3 orang bertugas melakukan pemeriksaan fisik berupa pengecekan nomor rangka, nomor mesin, hingga membongkar isi kendaraan.
Yang lebih aneh lagi, saat ditunjukan nomor rangka dan nomor mesin kendaraan, yang sedang mereka cari, salah satu dari oknum aparat yang mengaku sebagai “Pimpinan Pos” perbatasan justru tidak mengakui nomor tersebut sebagai nomor rangka kendaraan.
“Itu bisa diganti-ganti”. Jawabnya ketus saat ditunjukan nomor rangka yang dicari, lalu kemudian melanjutkan aksinya melakukan pemeriksaan fisik, hingga menggeledah kendaraan.
Kesan “mencari-cari kesalahan” pun kian nampak saat oknum yang mengaku pimpinan anggota lantas di Pos Batas tersebut mempermasalahkan surat kendaraan yang dikeluarkan kepolisian daerah Sulawesi Selatan.
Tak berhenti sampai disitu, surat tilang milik salah satu pengendara pick up pun disoal. Salah satu oknum aparat yang berpakaian lalu lintas mengancam akan menahan mobil pick up yang saat itu sedang bermuatan penuh “ikan basah”, yang sopirnya hanya membawa surat bukti tilang.
Terpisah, seorang sopir angkutan umum yang ditemui awak media ini mengakui, setiap melalui Pos Batas, mereka terpaksa menyerahkan sejumlah uang kepada oknum aparat yang bertugas “jaga” di Pos tersebut.
Menurutnya, jika hal itu tidak dilakukan, maka oknum anggota yang bertugas di Pos Perbatasan tersebut akan menahan dan mencari-cari kesalahan para pengemudi angkutan yang hidupnya mengandalkan pekerjaan sebagai Sopir angkutan umum.
Sopir yang takut namanya disebutkan tersebut mengaku biasa menyerahkan uang paling sedikit Rp.5000 setiap kali melintasi pos perbatasan tersebut.(Arsad).

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.