Pengelolaan Dana Koptan Kolut Dipertanyakan
  Viewer : 236 Kali
Karikatur Pengalokasian Dana Gapoktan Kolaka Utara

Kolut, Libertiekspress-
Isu terkait maraknya penerapan kebijakan OPD lingkup pemda Kolaka Utara terkait anggaran swakelolah yang dipihak ketigakan tanpa didasari regulasi yang jelas mengindikasikan adanya penyalahgunaan kewenangan bagi SKPD tertentu. Seperti halnya yang dialami beberapa kelompok tani yang ada di kabupaten kolaka utara provinsi sulawesi tenggara sejak memasuki tahun anggaran 2018 dimana sepuluh Poktan penerima anggaran sebesar Rp. 100.000.000 bersumber dari DAK harus terikat kontrak dengan pihak yang tidak berkompeten dalam pengelolaan anggaran tersebut. Sementara, proses administrasi dan pertanggungjawaban harus dipikul sendiri para ketua kelompok tani atas interpensi kepala dinas perkebunan kabupaten kolaka utara.
Seorang ketua kelompok tani yang ada di kec. Ngapa berinisial SD, merasa geram dengan kebijakan Samsul Rijal yang saat ini menjabat selaku kadis perkebunan yang dinilai memaksakan anggaran yang diperuntukkan untuk kelompok tani miliknya diserahkan kepada pihak yang telah ditunjuk dinas terkait.
“Terus terang saja selaku ketua kelompok tani saya sangat menyayangkan kebijakan samsul rijal selaku kepala dinas yang mengharuskan kami menyerahkan dana kelompok kepada pihak lain, sementara ketika kami menolak maka dana sebesar Rp. 100.000.000 akan dialihkan kepada kelompok lain” ujar SD saat dikonfirmasi pada jumat (14/09/2018) pekan lalu.
Selain intervensi yang diberikan kepada kelompok tani, dalam rapat yang diselenggrakan beberapa hari sebelumnya kadis perkebunan juga menekankan kepada ketua kelompok tani agar pekerjaan swakelolah yang dipihak ketigakan tetap dirahasiakan demi nama baik Pemda Kolaka Utara. (Ahmad).

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.