MILAD KE – 8 PESANTREN MOTIVASI INDONESIA DI WARNAI KERUKUNAN BERAGAMA
  Viewer : 198 Kali

Kab.Bekasi,libertiekspress-

Minggu 16/2 Pesantren Motivasi Indonesia (PMI) merayakan Milad ke-8, bertempat di Aula Pesantren Jl. Istana Yatim RT.03/RW.01, Burangkeng, Setu, Burangkeng, Kec. Setu, Bekasi, Jawa Barat.

Tampak hadir dalam acara tersebut segenap keluarga besar pesantren, para santri, serta tamu undangan lainnya, termasuk dari kalangan lintas agama.

Acara ini berlangsung sangat meriah dan di isi dengan beberapa keterampilan seni tari dan bela diri dari para santri yang memiliki kemampuan di bidang seni dan keterampilan.

Di Pesantren moderat ini mengajarkan ada tiga (3) elemen atau karakter yang dibangun yaitu Tasamuh (toleransi), Tawazun (keseimbangan) dan i’tidal (tegak lurus).

Pada milad ke-8 ini pimpinan Pesantren Motivasi Indonesia K.H. Ahmad Nurul Huda atau akrab dipanggil Ayah NH (Ayah Enha) memiliki harapan yang dikatakannya tidak besar.

“Harapan saya tidak besar karena konsentrasi kami dari dulu adalah menuju pada anak yang diberdayakan, makanya motto kami ‘ Jangan santuni kami tapi berdayakan kami ‘, itu motto dimana kami tidak mau disantuni dengan uang, dengan sesuatu yang menjanjikan, sesuatu yang konsumsif, tapi berdayakan kami dengan program, berdayakan dengan seluruh potensi, dan semoga kedepannya pemerintahan khususnya di kabupaten Bekasi lebih memperhatikan dan selalu mensupport keberadaan pesantren ini, agar anak didik kami bisa di ikut sertakan dalam mengikuti pertandingan_pertandingan dalam hal pendidikan seperti sekolah umum lainnya ”, terang Ayah Enha soal harapannya.

Lanjutnya “Di pesantren ini ada sekitar 100 (seratus) anak didik kita, dan kebanyakan dari warga sekitar, serta di pesantren ini segala hal kami terbuka dan selalu berusaha melayani dengan baik siapapun yang datang berkunjung ke pesantren kita ini, dan Alhamdulilah setiap 3( tiga ) bulan sekali kami menyembelih kambing dan dagingnya berbagi dengan warga sekitar, dan itu sumbangsih dari para pengurus pesantren sendiri”, ucapnya.

Ia menambahkan, acara ini di hadiri dari kalangan lintas agama karena kita harus saling menghargai akan tetapi tetap bicara aqidah ( keyakinan) itu harus di jaga, dan kita harus bisa menghormati agama lain dan saling rukun ummat beragama, jangan saling mencaci dan menjelekkan karena bisa memecah belah bangsa”, tegasnya.

Sementara itu Romo Antonius Suhardi Antoro yang akrab dipanggil Romo Aan mengapresiasi Pesantren Motivasi Indonesia dan berharap menjadi tempat untuk pembinaan generasi muda.

“Untuk pluralisme yang saat ini sedikit agak terganggu karena banyaknya pengaruh sehingga budaya atau tradisi banyak dihilangkan, misal saja cara peribadatan yang beda dianggap kurang baik dan menjadi lawan, padahal itu adalah cara beribadah,” ujar Romo Aan.

Romo Aan juga mengingatkan “Guna mengantisipasi itu semua, mari kita semua harus kembali kepada pemahaman bahwa kita diciptakan dengan perbedaan akan tetapi semua agama mengajarkan kebaikan, dan hal itu harus diterapkan serta diajarkan dalam pembinaan pada anak-anak baik di gereja, di pesantren, sekolah-sekolah,” ucap Romo Aan.

Acara Milad ke_8 Pesantren Motivasi Indonesia di akhiri dengan doa bersama serta di ujung puncak acara di tutup dengan pemotongan nasi tumpeng.

Fer/Karin

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.