Memasifkan Gerakan Pendidikan Di Kabupaten Kolaka Utara
  Viewer : 199 Kali

Merealisasikan sebuah gerakan tidak harus ditopang dengan anggaran, kenapa demikian karena seyogyanya anggaran bukanlah sumber masalah utama. Yang terpenting adalah kesungguhan dalam melakukan sebuah gerakan.

Beberapa waktu yang lalu kami duduk bersama dengan beberapa orang pemuda Desa Watuliwu terkhusus dusun Ulukalo, kami berdiskusi soal keadaan covid-19 di wilayah yang kami diami sejak lahir, dan benar bahwa wabah pandemik covid-19 sangat mempengaruhi sendi-sendi kehidupan masyarakat baik itu ekonomi, pendidikan maupun sendi kehidupan masyarakat yang lainnya.

Anak-anak yang tidak lagi bisa melakukan tatap muka dengan gurunya, tugas yang sungguh membuat heboh seisi rumah, orang tua yang dibuat pusing karena hapalan anaknya, anak-anak yang keluyuran main kesana kemari, games online yang sulit terkontrol, menjadi satu padu masalah yang kian hari semakin kompleks.

Ditambah lagi para orang-orang tua sibuk menghabiskan waktu di kebun untuk mencukupi kebutuhan ekonomi dengan menanam tanaman-tanaman sela serta mencari pundi-pundi rupiah ditempat yang berbeda sehingga intensitas meraka untuk bertemu dengan sanak keluarga juga menjadikan masalah itu semakin kompleks.
Tapi kami yakin bahwa Masyarakat di daerah kami mampu survive untuk menghadapi keadaan saat ini di tengah pandemik covid-19.

• Lalu apa peran kami sebagai pemuda?

Setelah berdiskusi dan melakukan assessment tentang beberapa masalah yang terjadi maka…
Hal itu kemudian memunculkan sebuah gagasan terkhusus di bidang pendidikan untuk melakukan langkah kecil dengan menghadirkan pembelajaran kreatif diluar sekolah bagi anak-anak Desa.

Ide dan gagasan tersebut kemudian di follow up dengan mengajak beberapa teman-teman untuk turut andil dalam gerak langkah, sehingga berhimpunlah kami dalam satu wadah yang kami deklarasikan tanggal 29 Oktober 2020 setelah giat Mini Coaching (pembekalan relawan) dan kami bersepakat menamai “SEKOLAH PELANGI”.

Kenapa Sekolah Pelangi, yah semangatnya adalah kami hadir untuk memberi warna dalam dunia pendidikan dari pelosok-pelosok desa, kami berasal dari latar belakang pendidikan yang berbeda dan corak warna yang berbeda dan katanya setelah turun hujan di Watuliwu khusus dusun Ulukalo selalu terlihat pelangi.

Rekan-rekan dari Universitas Negeri Makassar, Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara yang saat ini melakukan Kuliah Kerja Nyata di tempat kami tinggal menjadi spirit bagi kami untuk merealisasikan ide dan gagasan tersebut.
Rekan-rekan dari Passikolang’ta, KSAP, Kelas Inspirasi Kolaka Utara, JaRIKU, Mata Lensa juga menjadi spirit bagi kami karena mereka turut andil dalam gerak langkah kami.
Para dermawan kebajikan yang turut hadir dalam nafas kegiatan kami juga merupakan spirit bagi kami untuk terus melakukan apa yang bisa dilakukan.
Terkhusus kepada Pemerintah Desa Watuliwu yang sangat memberikan apresiasi yang luar biasa, kami haturkan juga terimakasih yang sangat luar biasa.

Selanjutnya sama-sama kita istiqomah dalam gerak langkah yang akan kita lakukan. Kami sadar bahwa didepan sana ada banyak hal yang mungkin akan membuat kami terombang ambing dalam gerak langkah yang kami lakukan, tapi satu hal yang pasti bahwa Segala Hal Baik yang Kita Lakukan InsyaAllah Akan Dipertemukan Dengan Banyak Hal-Hal Baik. BISMILLAH

Kami mohon support semangat dari banyak pihak untuk turut andil memasifkan gerakan-gerakan kemanusiaan guna terwujudnya Peradaban yang Berkeadaban dan terciptanya Sumber Daya manusia yang Unggul dari pelosok-pelosok Negeri ini.
Kita mulai dari tempat dimana kita tinggal dan hidup saat ini.

Penulis ; Akbar Herman, SH.MH

Editor : Bang Wais

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.