Marak Penambangan Diluar Titik Koordinat, HmI Badko Sultra ; “APH Harus Tertibkan & Beri Sanksi Bagi Perusahan Nakal”!!!
  Viewer : 409 Kali
Haeruddin ( Pengurus HmI Badko SulTra)
Haeruddin ( Pengurus HmI Badko SulTra)

Kolaka Utara | Libertiekspress, –

Kehadiran perusahaan tambang, sejatinya memberi setitik harapan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitarnya, namun lain halnya kondisi pertambangan yang ada di Kab. Kolaka utara Provinsi sulawesi Tenggara yang hanya menjadi Polemik serta membuat sejumlah kalangan menjadi Geram.

Salah satu sikap tegas datang dari Saudara Haeruddin yang merupakan Mantan ketua umum HmI cabang kolaka utara yang sekaligus Bendahara Umum badko SulTra (Sulawesi Tenggara).

Beliau sangat prihatin terhadap kondisi kolaka utara terkhusus di sektor pertambangan Hari ini, Tambang di kolaka utara yang beraktivitas memuat berbagai persoalan yang sampai hari ini tak kunjung selesai tapi masih berjalan lancar, ini tentu memuat persaolan yang menjadi pertanyaan sampai saat ini.

Beberapa Bulan telah dikabarkan bahwa blok sua sua dan blok latou telah dilelang oleh Negara tapi sampai hari ini belum ada putusan inkra bahwa perusahaan mana yang menang.

“jadi Khusus untuk sekitaran diblok latou ada beberapa perusahaan yang hari ini beraktivitas seperti PT. Kasmar Tiar raya, PT. Kurnia mining resouces dan PT. Tambang Meneral Maju (TMM). Semntara luas wilayah blok latou 1348 H, Besar dugaan kami bahwa perusahan – perusahaan Disekitar blok Latou bekerja diluar titik kordinat, seperti PT. Kasmar tiar raya yang memiliki Iuas wilayah 199 H Tapi berdasarkan peta IUP wilayah tersebut masuk Perumahan masyarakat, sekolah SMA dan persawahan warga. Sementara PT. Kurnia mining resource dengan luas wilayah 210 H, lebih banyak wilayahnya pesisir pantai dan laut” Beber Udin sapaan Akrabnya.

Foto Lokasi Pertambangan

Kemudian PT. TMM sementara melakukan banding atas pencabutan IUP tahun 2014 terhadap pemerintah daerah kabupaten kolaka utara yang sampai hari ini belum selesai artinya secara legilitas dan administrasi belum bisa melakukan aktivitas pertambangan.

Selain dugaan menambang diluar titik kordinat (pencurian ORE Nikel ), ada beberapa keluhan masyarakat, seperti belum terbayarkannya pembebasan lahan masyarakat, tidak diberikan kompensasi yang dijadikan jalan kendaraan aktivitas penambangan, kemudian merusak mata air yang dikomsumsi masyarakat di daerah sekitaran aktivitas pertambangan.
Kejadian sudah berlangsung beberapa bulan yang lalu tapi sampai hari ini tak kunjung selesai.

“Terkait dugaan bekerja diluar titik koordinat      ( pencurian Ore Nikel di wilayah blok latou ) kami menganggap bahwa para tingkat elit tutup mata melihat kondisi hari ini dan kami juga menduga bahwa ada banyak oknum – oknum yang terlibat sampai hari ini baik ditingkat kabupaten maupun ditingkat propvinsi” Tutur Haeruddin dengan tegas.

“Atas nama badko SulTra , Kami menegaskan bahwa akan menindak lanjuti dugaan aktivitas penambangan ilegal (pencurian ore nikel ) dan memberikan sanksi Hukum terhadap perusahaan – perusahaan yang nakal dan melanggar aturan sesuai perundang undangan yang berlaku” Tambahnya.

Sumber : HmI Badko SulTra

Editor : Red (R1)

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.