Ketua FPI Lutim : MENTRI AGAMA TELAH MENYAKITI HATI UMAT ISLAM
  Viewer : 2964 Kali
Rauf Dewang, Aktivis dan Ketua FPI Luwu Timur

Lutim,Libertiekspress-

Abdul Rauf Ladewang (Ketua FPI Lutim) menyayangkan pernyataan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi, yang menurutnya telah menyakiti hati umat islam soal wacana larangan penggunaan cadar, celana cingkrang dan simbol syariat islam lainnya.

Menurut Rauf, statemen Menag Facrul Razi tersebut terkesan tidak bersahabat dengan umat Islam. Sebab, penggunaan cadar dan celana cingkrang merupakan pilihan dan hak bagi umat Islam.

“Statement Menag beberapa hari ini membuat perih hati umat Islam, soal cadar dan celana cingkrang itu soal pilihan, hak asasi dan pilihan manusia dalam berpakaian adalah sama sepanjang tidak bertentangan dengan Hukum, Adat dan Kebudayaan sepanjang masih dalam batas norma-norma kewajaran, dan setiap warga negara dijamin oleh undang undang untuk melaksanakan ajaran agama yg diyakininya”, Ungkap rauf Jumat (01/11/2019).

Lanjut rauf menjelaskan, “tidak ada satupun referensi dan literatur yang menyatakan orang bisa menjadi jahat atau radikal karena pakaiannya. Menurutnya, orang itu radikal karena cara berpikirnya yang melahirkan kejahatan atau perbuatan melanggar hukum”.

“Jadi orang tidak dapat dihukum hanya karena dia bercadar atau bercelana cingkrang, kemudian terkait pelarangan bagi ASN yang bisa membatasi atau melarang pegawai negeri untuk tidak bercadar itu kewenangan MenPan/RB, bukan Kemenag,
Kemenag harusnya sibuk membuat formulasi bagaimana orang tidak terjangkit virus radikal, bagaimana orang bisa memakmurkan rumah ibadah dan melaksanakan ajaran agama-Nya masing-masing sebagaimana ajaran yang diyakininya bukan justru menyakiti hati pemeluk umat beragama dengan mengeluarkan pernyataan yang menjauhkan umat dengan ajaran agama nya sendiri, sehingga menimbulkan polemik dan kekisruhan ditengah kerukunan antar umat beragama dinegeri ini”.tutupnya

Pernyataan Menag yang kontrofersi ini berpotensi memancing kemarahan umat Islam yang bisa saja berujung aksi demonstrasi besar-besaran jika Menag tidak segera meralat dan mencabut pernyataannya secara terbuka. SAMUNTUR/R1

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.