ISTRI & ANAKNYA MENINGGAL DI RSUD ILAGALIGO, WARGA MANGKUTANA TUNTUT KEADILAN HINGGA CURHAT KE HOTMAN PARIS
  Viewer : 16380 Kali
JUSRIADI ( Kiri ) temui Hotman Paris Hutapea

Lutim,Libertiekspress-

Vidio warga Luwu timur yang mencari keadilan hingga ke Ibu Kota pasca anak dan dan istrinya meregang nyawa sesaat setelah proses operasi melalui pengacara kondan Dr.Hotman Paris Hutapea, S.H., LL.,M.,M.HUM viral di jagad maya.

Dalam Vidio yang berdurasi 59 detik tersebut Hotman Paris menyebut Kapolres Lutim,” Halo Bapak Kapolres Resort Luwu Timur, Sul – Sel mohon di perhatikan SP Lidik tgl 29 Maret 2019 dngan pelapor Jusriadi yang istri dan anaknya meninggal saat melahirkan, istrinya katanya baru pembukaan 5 atau 6 tapi oleh bidan dipaksakan di pecahkan ketubannya, di duga ya..tapi tetap walaupun sudah berlalu
Tapi tetap bayinya tdak keluar akhirnya beberapa jam kemudian ternyata bayinya sudah meninggal , kemudian hampir¬† 7 jam setelah pecah ketuban yang pertama kemudian barulah istrinya ini di operasi dan juga meninggal, pada hal waktu bayinya ini nggak bisa keluar dari awal sudah minta di operasi di cesar tapi oleh Dokter tidak mau bahkan Dokternya di duga tidak datang”, Bebernya

Di ketahui kejadian ini menimpa istri Jusriadi warga desa Kasintuwu, Kec. Mangkutana, Kab. Luwu Timur, Prov. Sulawesi Selatan, di mana istri Rusliadi Kasmi dan bayi yang masih di dalam kandungan meregang nyawa di RSUD Ilagaligo Wotu 25 Maret 2019 lalu.

Jusriadi menceritakan,” Waktu itu istri saya sudah hamil 9 bulan dan sempat di rawat di Puskesmas Mangkutana, karna alatnya kurang lengkap jadi istri saya waktu itu di rujuk ke Rumah sakit Wotu”, Imbuhnya

Lanjut Jusriadi,” Setelah di Rumah Sakit istri saya kemudian di tangani pihak Dokter dan bidan, dari awal saya minta agar segera operasi tapi bidan minta saya bersabar, katanya akan di upayakan melahirkan normal, beberapa jam kemudian fisik istri saya semakin lemah dan sempat di bantu Infus, setelah beberapa jam bayi tidak keluar dan bahkan beberapa jam kemudian bayi di dalam kandungan di nyatakan meninggal , nah dokter baru melakukan operasi, tapi beberapa jam kemudian kondisi istri saya smkin lemah dan beberapa jam kemudian juga di nyatakan meninggal”.

Drirut RSUD ILAGALIGO-Wotu dr. Benny

Menanggapi hal tersebut Dirut RSUD Ilagaligo Wotu, dr. Benny pun angkat bicara,” Kasus ini sudah melewati pemeriksaan yang panjang, baik itu di polres hingga ke Polda, Ikatan Dokter Indonesia ( IDI ) Kabupaten hingga Provinsi, bahkan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran ( MKEK )Provinsi, untuk lebih jelasnya kami punya Humas ( dr. Irfan ) yang mungkin bisa memberikan data secara rinci”, Tutupnya

Hingga berita ini di turunkan belum ada tanggapan resmi dari Humas RSUD Ilagaligo -Wotu. HR

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.