Dilapor ke Mapolres, Kades Pohu Bantah Tudingan penyelewangan DD.
  Viewer : 215 Kali

Kolaka Utara | Libertiekspress.com, –

Kepala Desa Pohu Kecamatan Ranteangin  Kabupaten Kolaka Utara Provinsi Sulawesi tenggara atas nama Ansar Tobesse , membantah tudingan atas Peyalahgunaan Dana Desa yang diLaporkan oleh Oknum unsur BPD didesanya beberapa hari yang lalu.
Hal itu disampaikan oleh Ansar selaku Kepala Desa kepada Media ketika ditemui di Lasusua, beliau menyebutkan bahwa ” Yang Melaporkan saya itu adalah Oknum dari Unsur BPD dan sebenarnya dia adalah mitra kami diPemerintahan Desa dan juga sekaligus sebagai pengawas disetiap kebijakan atau aturan yang buat oleh Kepala Desa, namun perlu juga kita ketahui bersama Oknum yang melaporkan saya itu juga harusnya tau diri atas Tugasanya selama ini sebagai BPD di Desa, apakah dia sudah bekerja sesuai dengan Tugasnya atau tidak “ tutur Ansar

Memang sedikit kecewa terhadap tindakan yang dilakukan oleh si Pelapor dalam beberapa hari ini, dimana dirinya dituding melakukan Penyelewengan Dana Desa.

“Saya sedikit Kecewa, saya dituding bahkan dilaporkan atas Dugaan penyelewangan Dana Desa, padahal menurut saya Dia Selaku Ketua BPD harusnya juga merasa bahwa selama ini apakah dia bekerja dengan baik atau tidak, namun saya tidak mau memperpanjang Soal itu biar nanti Hasil akhir yang menentukan” Ucapnya.

Dikatakannya, bahwa tuduhan itu tdk benar, karena saya melakukan kegiatan didesa, itu Sesuai Juknis dan Petunjuk yang ada. mengenai infrastruktur, kami juga bekerja sesuai Gambar dan RAB, yang sudah di asistensi Oleh para pendamping dan Tenaga Ahli.
Terkait dengan kegiatan Bumdes, dana yang kami salurkan itu Langsung ke pengurus Bumdes dan itu semua punya Dokumentasi serta kegiatannya dan tetap berjalan. dan setiap tahunnya laporan keuangan di sampaikan ke dinas terkait
Selain dari itu juga mencuat isu bahwa ada ada Laporang Terkait tentang pemalsuan Tanda Tangan di LPJ, dirinya pun menyangga isu tersebut.

“itu pun tidak benar, Karena selama ini yang kami tau itu Anggota BPD tidak bertanda tangan di LPJ, kecuali di Apbdes dan penerima Tunjangan, jadi memang ada kekeliruan dalam menelaah hal tersebut” bebernya dengan Tegas.

“Jadi perlu juga kami Sampaikan bahwa, selama kurung Waktu 3 tahun terakhir, Oknum yang Melaporkan dirinya tidak lagi Aktif Deaa Pohu, jadi jangankan Aktif selaku Anggota BPD, Selaku penduduk pun dia tidak Aktif Lagi Dipohu. Nanti pada saat mau pencairan Tunjangan baru lagi terlihat di Desa”.

“Jadi mungkin kita semua bisa mengartikan Sendiri, kalau Seseorang Menerima Gaji Atau Tunjangan, tidak Bekerja, dan tidak Aktif diDesa. Ini mungkin yang sering orang-orang bilang Makan Gaji Buta !” tambahnya.

Selain itu oknum yang bersama oknum pelapor lain yang enggan disebut Namanya tapi wajahnya kelihatan, dia Berdomosili di lasusua, terus dia merilis di Media bahwa saya pernah melakukan Rapat bersama camat dan Kapolsek.

“Rapat Bersama Camat dan Kapolsek, dengan Agenda membahas tentang pemalsuan tanda Tangan, ini berita tidak Benar dan HOAX. Karena saya tidak pernah mengagendakan Rapat itu dengan Agenda tersebut” terangnya.

| tim | R1

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.