Di Duga Banyak Ketimpangan, LPPM-Indonesia : “Desak Aparat Penegak Hukum Lakukan Pengawasan Secara Maksimal dan Jangan Coba Main Mata”??
  Viewer : 220 Kali
Wais Al Karnais (Aktivist Jurnalis/Ketua DPD KOLUT LPPM Indonesia )

Kolaka Utara – Liberti ekspress,-

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI telah membentuk tim khusus yang akan turun langsung ke tingkat desa untuk melakukan pemeriksaan penggunaan dana desa. Hal itu dilakukan untuk memastikan kucuran dana dari pemerintah pusat itu tidak dijadikan bancakan oleh kepala desa.

Anggota BPK RI, Achsanul Qosasi, mengatakan, tim tersebut saat ini sudah membuat sampling terhadap desa di setiap daerah yang membutuhkan atensi khusus. Bahkan di beberapa daerah sudah ada yang turun untuk melakukan pemeriksaan.

“Kita sudah bentuk tim untuk mengawasi penggunaan dana desa. Bahkan sebagian sudah turun, termasuk di Kabupaten Sampang. Untuk di Sumenep menyusul,” kata Achsanul Qosasi.

Mantan anggota DPR RI ini menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan dana desa pada tahun 2016, 2017 dan 2018 lalu, ditemukan banyak penyimpangan dalam penggunaan dana untuk kemakmuran desa. Maka dari itu, BPK sebagai alat negara yang diberi mandat oleh Undang-undang akan memastikan keuangan negara digunakan untuk kemakmuran rakyat.

Khusunya di kabupaten Kolaka Utara Pemerintah Daerah telah berupaya memberikan Program Revitalisasi Kakao dan program penunjangnya namun menuai berbagai sorotan,padahal anggaran yang digelontorkan pemerintah sangat besar yakni berkisar Rp. 53 Milyar pada tahun 2018, bahkan program tersebut juga dibebankan kepada Kepala Desa sekitar 30% dari Dana Desa yang juga saat ini menuai Polemik.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD Lembaga Sulawesi Pemerhati Dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (LPPM-I) Kabupaten Kolaka Utara  Wais Alkarnais  ingin agar pemerintah yang ada dipusat,di Provinsi khususnya Di kabupaten/kota serta Masyarakat dan Lembaga terkait  juga harus pro aktif dalam pengawasan Program dan Dana Desa tersebut.

“Kan selama ini kita lihat sendiri banyaknya Dugaan penyimpangan dalam  penggunaan dana desa itu bisa disebabkan karena kurangnya pengetahuan kepala desa terkait aturan dalam penggunaan dana desa, namun bisa juga karena para kepala desa menganggap dana desa sebagai dana yang bisa digunakan sebagai uang bancakan. Padahal kucuran dana dari pusat tersebut harus dipergunakan sebagaimana mestinya,” Tuturnya.

hal tersebut memang harus mendapat perhatian serius mengingat karena yang dikelola adalah uang Negara bukan uang Pribadi.

“Coba kita lihat di Provinsi sulawesi Tengah, sudah ada kabupaten yang membentuk Tim Khusus dalam hal pengawasan dan pengawalan penggunaan Keuangan Desa. Tapi kebanyakan para oknum kepala desa juga menganggap dana desa sebagai bancakan sehingga terjadi banyak terjadi penyalahgunaan,” ucapnya Saat dikonfirmasi via seluler, Selasa (14/05/2019).

Kemudian selain pemerintah, masyarakat juga harus ambil bagian untuk mengawasi penggunaan Dana Desa yang bersumber dari APBD maupun APBN

“mengenai maraknya Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa yang tidak sesuai dengan Regulasi yang ada, serta Adanya Dugaan Manipulasi Data dan Dugaan Korupsi anggaran Revitalisasi Kakao baik yang makadari Dana Desa maupun APBD serta APBN, kami akan mengkoordinasikan hal tersebut kepada Pihak penegak Hukum dan Masyarakat setempat agar lebih intens dan lebih Efektif lagi dalam melakukan pengawasan disetiap Desa dan instansi yang ada di kabupaten, selain itu kami juga akan menyampaikan hal tersebut kepada pihak BPK,Polri maupun Kejaksaan dan meminta pihak  Aparat penegak Hukum Lainnya untuk turun langsung ke lapangan bukan hanya memanggil dan memeriksa LPJ lalu dianggap selesai, Serta Kami berharap Taka ada main mata” pungkas Wais.

“Yang pada intinya, kami sementara mengumpulkan Data dari hasil investigasi kami di lapangan terkait Program tersebut dan program penunjang lainnya setelah itu jika dinilai kuat ada pelanggaran yang berpotensi merugikan Negara maka kami tak akan segan-segan untuk Melaporkan ke pihak yang berwajib sampai ke tingkat Pusat” tambah Wais dengan tegas. | Red | R1

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.