Aksi Kekerasan Terhadap Wartawan Di SPBU Lapai, Wawan,SH : ” Pelaku Bisa Dijerat UU Pers “
  Viewer : 388 Kali

 

 

Nampak Foto Dari kiri Rusman (korban) bersama Kuasa Hukumnya Wawan,SH (Kanan)

Lapai – Liberti ekspress,-

Kejadian bermula pada saat seorang wartawan hendak melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) disalah satu SPBU yang terletak di Kel. Lapai Kec. Ngapa Kab. Kolaka Utara (SPBU, 74.935.02), namun saat dalam keadaan antri Rusman (29) yang merupakan awak media Zonasultra.com curiga terhadap karyawan SPBU yang melakukan pengisian terhadap sebuah kendraan roda empat yang cukup lama.

Hal tersebut kemudian menggerakkan Rusman untuk cari tahu kejadian sebenarnya, saat mendekati kendaraan tersebut ternyata karyawan SPBU melakukan pengisian BBM ke dalam beberapa jirigen yang dimuat dalam kendaraan tersebut, melihat aksi tersebut Rusman spontan mengeluarkan ponsel android untuk mengambil dokumentasi namun justru mendapat respon dan tindakan represif dari salah seorang berinisial AN.

Menurut Rusman, pada saat kejadian berlangsung dirinya merasakan sebuah pukulan mendarat di bagian belakang kepalanya “ waktu saya melihat pengisian jirigen spontan saya ambil ponsel dengan niat memotret, tapi tiba-tiba ada upaya perampasan oleh orang yang berinisial AN namun ada dugaan orang tersebut adalah salah satu pengecer yang ikut antri” pungkasnya pada awak media libertiekspress.com pada Rabu (15/05/2019)
Kejadian yang berlangsung sekira Pukul 08 : 40 wita tersebut langsung dilaporkan Rusman kepada pihak Polsek Ngapa dengan : STPL/ 06 / V / 2019 / SULTRA / RESKOLUT / SEKNGAPA.
RUSMAN juga menambahkan “ selaku korban saya sangat keberatan dengan penganiayaan tersebut, dan saya harap kepada pihak penegak hukum agar persoalan ini dapat diproses hukum sebagaimana mestinya serta mengusut aktifitas penjualan BBM yang diduga secara ilegal yang dilakukan oleh pihak SPBU Lapai” tambahnya.

Sementara itu, Wawan SH selaku Ketua TIM Kuasa Hukum menjelaskan “ Bahwa kami selaku TIM penasehat Hukum dari Korban berharap kepada pihak penyidik dalam hal ini Polsek yang menangani perkara ini tidak terfokus kepada tindak penganiayaannya saja, namun harus juga melihat pada Profesi Klien kami yaitu sebagai wartawan, sebagaimana yang termaktub dalam Pasal 18 UU No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers” jelas Wawan.

“ Namun jika penyidik beralasan tidak adanya laporan Klien kami tentang pelanggaran Undang-undang Pers, maka dalam waktu dekat kami akan membuat laporan tentang pelanggaran tersebut” tambahnya. | Ahmad

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.