DI SOAL INTIMIDASI WARTAWAN CAMAT TAMBUN SELATAN RESMI DI LAPORKAN, INI KLARIFIKASINYA
  Viewer : 1007 Kali

Kabupaten Bekasi,libertiekspress-

Di duga intimidasi wartawan, Imam Santoso yang menjabat Camat Tambun Selatan, Kab. Bekasi resmi di laporkan oleh Krust Jok Wahjono yang berprofesi sebagai jurnalis media  Onbudsman Indonesia, Imam di tuding melakukan upaya intimidasi bersama P. Tanjung yang menjabat Sekertaris Kecamatan (Sekcam ) Tambun Selatan pada saat Krust sedang menjalangkan tugas profesinya yakni menggali keterangan untuk di jadikan bahan berita.

Laporan dugaan perbuatan tidak menyenangkan tersebut pada Kamis 31/10/2019 pada Pukul 16.00 Wib berdasarkan Laporan Polisi No: B/1255- TB/ STPL-1/X/2019 Sek.Tambun.

Kejadian yang bermula Senin 28/10 pukul 08.28 Wib Krust Jok Wahjono ( wartawan ) mendatangi kantor kecamatan Tambun Selatan dimana maksud dan tujuannya untuk bertemu dengan Camat Tambun Selatan Iman Santoso, setelah bertemu di ruangan lantai dua kecamatan, terjadi perbincangan antara Krust dan sang Camat, merasa disudutkan  dengan sejumlah pertanyaan tiba-tiba Imam (Camat) naik pitam dan di duga mendorong Krust pada bagian dada, sambil berkata dengan emosi ” Sampean itu bukan atasan saya, dan bukan bawahan sampean ”,ucap Imam

Merasa tidak nyaman  Krust mundur, camat kemudian mengambil dan mengangkat sebuah kursi lipat yang di arahkan ke Wahjono, tapi langsung di cegat  salah satu pegawai kecamatan.

Pada saat keributan berlangsung, tiba-tiba Sekcam Tambun Selatan (P. Tanjung) datang bukannya melerai namun berupaya menyerang  Krust, dimana P.Tanjung memegang kerah baju Krust sehingga terjadilah tarik menarik hingga kancing kemeja Krust terlepas, merasa terancam Krust kemudian meninggalkan tempat tersebut,” saya liat ada upaya intimidasi jadi saya meninggalkan tempat tersebut”, Bebernya.

Berdasarkan  keterangan  Krust, awak media ini kemudian menemui Pak Imam Santoso untuk meminta keterangan perihal peristiwa yang telah terjadi, Imam menjelaskan ” kejadian tersebut memang benar, tetapi tidak lain semua ini hanyalah bentuk kesalah pahaman saja, dan tidak ada sampai kontak fisik hanya sebatas ucapan yg memang sedikit emosi “, terangnya.

Di tambahkannya ” Ini semua sebenarnya hanya kesalah pahaman semata, namanya manusia biasa terkadang ada kehilafan, tetapi secara teknis tidak mungkin dibicarakan semua disini berhubung sudah ada laporan kepolisian terkait peristiwa ini, jadi menunggu kelanjutan nya saja, meskipun kami berharap peristiwa ini sebaiknya dapat diselesaikan secara musyawarah saja “, Imbuh Iman

Begitu juga klarifikasi yang diberikan oleh P. Tanjung selaku Sekcam Tambun Selatan, Dirinya juga belum bisa bicara banyak terkait peristiwa ini, ” Kita menunggu saja atas laporan yang telah di adukan oleh Krust Jok Wahjono ke Polsek tambun SelatanI, intinya sya berharap agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara baik – baik”,Tambahnya

Berhubung ada di sebut-sebut keterkaitan Ikatan Pemuda Indonesia ( IPI ) yang mengawal Wahjono saat membuat Laporan di kepolisian sektor tambun, Eko Setiawan, selaku sekjen DPP ormas IPI menjelaskan, ” Dirinya dan beberapa pengurus dan anggota IPI awalnya memang mengawal terkait kasus Iman Santoso, di karenakan Krust Jok Wahjono adalah salah satu pendiri IPI, akan tetapi sebenarnya inti dari permasalahan ini saya belum tau jelas, “ucapnya.

” Saat peristiwa itu terjadi di Kecamatan Tambun Selatan Wahjono tidak sedang melaksanakan kegiatan Organisasi, jadi bagi kami Ormas Ikatan Pemuda Indonesia ( IPI ) kasus ini merupakan kasus Individu yang secara pribadi (Krust Jok Wahjono) saja, dan jangan membawa nama ormas Ikatan Pemuda Indonesia ( IPI ), dan sangat jelas, saat membuat Laporan di Kepolisian Wahjono pun atas nama sendiri bukan Ormas,” terangnya.

Feriyani/Karin

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.