SDN 282 Wawomeusa Diduga Berdayakan Pungli, Wali Murid Geram
  Viewer : 639 Kali
Sekolah Yang Diduga Berdayakan Pungli

Towuti, libertiekspress-

Wali murid SDN 282 Wawomeusa yang keberatan terkait praktek pungutan liar (PUNGLI) terus bertambah setelah mendapat info bahwa modus jualan kalender dan uang Vabuyuban di duga  usaha pihak sekolah memperkaya diri.

Beberapa orang tua siswa di sekolah tersebut berupaya mencari dan menuntut keadilan hukum agar pihak sekolah di beri sangsi tegas atas dugaan upaya memperkaya diri tersebut, kali ini DRA salah satu wali murid beserta rekan-rekannya sesama Wali murid membeberkan ke awak media bahwa ulah Kepala Sekolah Yuliati S.Pd dan beberapa guru lainnya sudah tak bisa di torelir, pasalnya Yuliati dan beberapa guru berupaya menyembunyikan Fakta  terkait dugaan pungli tersebut dengan menginterfensi  beberapa orang tua / Wali murid agar tidak membeberkan hal tersebut,” Hari ini katanya akan ada pertemuan antar guru, pasti itu-ituji pembahasannya terkait kalender, mereka terkesan ingin menutupi bahwa hal ini tidak benar”, pungkas DRA, ” kalau kemarin Kepsek dalam pemberitaan mengatakan kalau masalah kalender sudah dia putihkan lucu, kan dia sudah menjual, kalaupun ada usaha untuk mengembalikan uang siswa kami tetap menuntut proses hukum, memangnya uang siswa di kembalikan proses hukum berhenti, kita juga tau hukum”, DRA mebambahkan.

Bila Yuliati benar melakukan pungli tersebut tentu sangat di sayangkan karena seorang Kepala sekolah ikut mencoreng nama baik Profesi Guru, MMA yang juga salah satu orang tua Siswa membenarkan masalah penjualan kalender dan permintaan pembayaran uang Vabuyuban di sekolah tersebut”, benar itu masalah kalender yang di jual di sekolah, ini saya sudah bayar karena anak terus mendesak”, sambil menunjukkan Kalender yang di maksud.

Haliy yang juga wali siswa menambahkan kalau anaknya terus mendesak untuk bayar kalender tersebut,” anakku pulang bale sekolah dan di rumah  dan katatanya gurunya bilang ini CTR napa blum bayar kalender, karena saya juga merasa kasian liat dia pulang pergi ya saya bayar”, Tuturnya.

” saya rasa tingkat ekonomi tiap orang tidak sama, kalau kalender hanya begitu di jual 40 ribu pasti semua orang tua mengeluh, karena tidak ada panggilan  rapat sebelumnya, jadi kita tidak tau itu kalender di jual dalam rangka apa”, Imbuhnya.  ” Kalaupun ada orang tua yang sepakat bayar saya yakin karna cuma kasian liat anaknya merengek terus”, Tutupnya.

Sebelumnya Yuliati selaku kepala sekolah saat di konfirmasi  mengatakan  kalau permasalahan kalender sudah di putihkan dan minta tidak di ungkit,” jangan maki ungkit itu masalah kalender pak karena saya sudah putihkan”.

Sementara pengawas sekolah Hermin S.Pd yang juga mantan Kepala Sekolah menyampaikan kalau permasalahan ini sebelumnya tidak ada penyampaian lisan ataupun verbal ke pihak wali murid, ” saya kan dapat info dari orang tua murid masalah ini kalender, saya sampaikan ke guru lain bahwa apakah ada rapat sebelumnya dengan wali murid masalah ini kalender tapi mreka bilang tidak pernah”, jelasnya.

Hingga berita ini di turunkan belum ada pernyataan resmi dari pihak ketua Komite sekolah, karena pihak komite punya andil besar atas permasalahan proses kegiatan sekolah. (Susanto/ HRM)

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.