Launching Buku Atas Nama Kemanusiaan; Irwan Bachri Syam Jadi Tamu Istimewa
  Viewer : 134 Kali

Lap     : Susanto/Tim

Editor : Nur Aini

Palopo,libertiekspress.com–

Calon Bupati Kab. Luwu Timur, Ir. Irwan Bachri Syam, ST, IPM, AER menghadiri undangan khusus dalam acara launching buku yang berjudul “Atas Nama Kemanusiaan” di Kota Palopo, Senin (12/10/2020).

Pada giat tersebut turut dihadiri Guru Besar IAIN Palopo, Prof. Dr. H. M. Said Mahmud L.c, MA, ketua persektuan gereja di Indonesia wilayah Sulselbar dan Tenggara, Pdt. Dr. I. Y. Panggolo serta diikuti tokoh agama, masyarakat dan para undangan dari sejumlah kalangan.

Dalam sambutannya, Irwan Bachri Syam mengucapkan terimakasih sedalam–dalamya kepada bapak Pdt. L. Mandi Tandi Pare yang sedianya mengundang saya hadir dalam launching buku “Atas Nama Kemanusiaan”.

Undangan ini kata dia, menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya pribadi karena bisa berkumpul dalam satu ruang intelektual dengan sikap harmoni membincang soal pluralisme agama dalam pandangan.

Dalam istilah kawan-kawan dari kalangan Nahdliyin (NU) bisa disepadankan dengan “ukhuwah insaniyah” (persaudaraan dalam konteks kemanusiaan), yang ditempatkan berdampingan dengan “ukhuwah Islamiyah” dan “ukhuwah wathoniyah” (dalam konteks bernegara/kebangsaan), ucapnya.

Diceritakannya, “ketika saya berdiskusi dengan keluarga yang berbeda keyakinan pada setiap kesempatan, saya senang mengulang-ulang kalimat dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib ini. Bukan apa-apa, ini semacam modal peneguhan untuk merekatkan silaturahmi dalam keragaman asal-usul “Dia yang Bukan Saudaramu Dalam Iman, Adalah Saudara Dalam Kemanusiaan”.

“Dalam pandangan saya lanjutnya, sikap welas asih itu tidak berbatas, tidak ada sekat. Seperti itu juga firman Tuhan yang pada setiap tindakan yang kita lakukan dimulai dengan menyebut Sang Maha Pencipta”. Tambahnyq

“Buku yang berjudul “Pluralisme Agama Dalam Pandangan ini” memiliki banyak pesan persatuan didalamnya. Hal ini menunjukkan kepada kita semua bahwa agama-agama Tuhan diturunkan dengan misi yang sama, yaitu untuk menjaga dan mengelola alam semesta serta memperbaiki keadaan para penghuninya, terutama umat manusia,” jelasnya.

Sehingga sebuah agama dikatakan agama karena ia memuat seperangkat ajaran (keyakinan) dan perbuatan yang mengantarkan pemeluknya kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.

Satu hal yang begitu menarik dari buku ini kata Irwan, “seorang bapak pendeta menuliskan buku tentang pandangan seorang tokoh agama, seorang kiyai terhadap pluralisme”.

“Semoga kehadiran buku ini menjadi mata air kehidupan bagi kita semua. Karena dengan Sikap plural kita menjaga keharmonisan dan kedamaian hidup sesamanya, akan menjadi pintu rahmat bagi daerah Luwu Raya ini secara khusus dan Indonesia secara umumnya,” ungkapnya.

Sekali lagi saya ucapakan banyak terima kasih atas waktu dan memberikan saya kesempatan bisa hadir ditempat yang penuh dengan sukacita ini. Saya akhiri dengan kalimat seorang tokoh plural yang juga menjunjung tinggi niliai keagamaan, bapak KH. Abdurraahman Wahid (Gusdur). Dalam kata bijaknya mengatakan, “Memuliakan manusia berarti memuliakan penciptaNya, merendahkan dan menistakan manusia berarti merendahkan dan menistakan penciptaNya”, tutupnya.

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.