Potret Kehidupan Warga “Miskin” Luwu Timur
  Viewer : 341 Kali

Lutim, Libertiekspress-

Sungguh diluar dugaan kabupaten Luwu Timur yang terkenal dengan sumber daya alamnya yang melimpah hingga investor asing berlomba-lomba untuk bisa masuk dan menanam investasi dibumi batara guru ini demi untuk mendapatkan keuntungan yang melimpah dari hasil bumi yang dimiliki.

Namun kenyataannya hasrat pemerintah kabupaten Luwu Timur yang menginginkan agar masyarakatnya bisa hidup sejahtera dengan melimpahnya sumber daya alam berbanding terbalik dengan realita yang terjadi didalam kehidupan masyarakatnya.

Sebut saja Bahrun, petani asal dusun Balambano yang mendiami rumah warisan dari orang tuanya yang yang telah di tempati selama kurang lebih 5 tahun terlihat sangat memprihatinkan dimana rumah yang berlantai tanah berdinding papan yang sudah lapuk dengan kondisi atap bangunan yang hampir menyisakan rangka bambu bekas anyaman daun pelepah sagu sudah terlihat sangat memprihatinkan karena lokasinya berada pas dipinggir jalan trans sulawesi tawaki dusun balambano desa balambano.

Bukannya tidak punya keinginan untuk mengganti atap rumahnya yang telah hancur dan terlihat hanya ditempel terpal bekas namun karena kehidupannya sebagai seorang petani yang hasil kebun kakao miliknya yang hanya menghasilkan 3 kilogram setiap kali panen tidak bisa diharapkan untuk bisa langsung membeli atap ditambah lagi harga kakao yang setiap harinya terus saja turun sehingga uang yang ditabungnya dari hasil panen tidak pernah cukup untuk memperbaiki bangunan rumahnya tersebut.

Bahrun hanya bisa pasrah dengan keadaannya saat ini selain tidak punya penghasilan selain bertani dirinya juga mengaku sudah bosan menunggu janji dari pemerintah desa yang katanya ingin membantu dan menurut Bahrun dan istrinya, mereka sudah pernah memberikan surat permohonan yang diserahkan kepemerintah untuk bantuan alat-alat rumah tangga namun hingga saat ini belum terlihat realisasinya.

“Saya pasrah saja pak dengan keadaan saya dan istri yang penting air hujan tidak membasahi tempat tidur kami kalau masalah air hujan kelantai itu sudah biasa bagi kami.” ungkap Bahrun

Sementara kepala desa Balambano saat dikonfirmasi berkilah bahwa keluarga Bahrun telah dimasukkan dalam daftar penerima manfaat bedah rumah dari kabupaten Luwu Timur, namun terkait belum direalisasikannya bantuan tersebut dirinya tidak tahu manahu karena hal itu aparat desa balambano melalui kepala dusun dan kasi pemerintahan desa balambano yang menanganinya.

“Setahu saya keluarga Bahrun yang ditawaki dusun balambano itu sudah terdaftar sebagai penerima manfaat bedah rumah dari kabupaten tapi mengenai kapan terealisasi saya juga kurang tau karena itu ditangani oleh kepala dusun dan kasi pemerintahan desa.” Ucap kades balambano.

Dilain sisi, keluarga Bahrun berharap agar kiranya pemerintah bisa memperhatikan kondisi bangunannya karena apabila hujan air yang masuk kedalam rumah membuat becek lantai tanah rumah miliknya.(Ali)

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.