Pelayanan RS INCO Sorowako Dikeluhkan Pasien
  Viewer : 1922 Kali
Suasana RS Inco Sorowako disubuh hari saat Pasien Menunggu Pengambilan Antrian
Tampak Pasien yang menunggu Pengambilan Nomor Antrian di RS INCO Sorowako yang kini dikelola PT.Vale Indonesia

Lutim,Libertiekspress-

Pasien Rumah Sakit INCO Sorowako, Kec. Nuha, Kab. Luwu Timur, Sulawesi Selatan mengeluh akibat buruknya pelayanan penanganan pasien.

Buruknya pelayanan di RS tersebut terkait pelayanan Dokter Spesialis Bedah yang hanya di jadwalkan dua kali  seminggu yang tentunya masyarakat yang butuh pelayanan harus rela mengantri selama Berjam jam.

Seperti yang di alami pasien Fatma (36) yang rencana akan bertemu Dokter spesialis Bedah dan beberapa pasien lain yang nampak sudah mulai menunggu antrian pada pukul 03.30 Dini hari (Subuh), Kamis (20/09),

“Saya terpaksa datang lebih subuh karena kalau datangnya pagi nomor antriannya kadang di Sif dua yakni setelah jam istirahat, itupun kadang nomor antriannya sudah habis jadwal Dokter”, Keluhnya.

Hal senada disampaikan pasien yang lain “Saya sudah sering datang jam 3 dan kadang jam 4 subuh, itupun nomor antriannya sering jadwalnya setelah jam istirahat, pada hal kami ini datang dari jauh tapi harus mengantri 8 sampai 12 jam” tutur Pasien yang lain.

Fatma dan pasien lain berharap agar pihak  Rumah Sakit PT. Vale di Sorowako, Kab. Luwu Timur bisa lebih Profesional dan memperhatikan pasien dari segi kemanusian, apakah dengan menambah dokter spesialis agar dia dan dan pasien lain tidak harus menunggu ber jam-jam,” Harapan kami semua agar pihak rumah sakit lebih memperhatikan kami yang sudah jelas dari jauh dengan kondisi sakit, kalau  karyawan memang lebih  di prioritaskan maka untuk apa BPJS yang di tanggung oleh pemerintah” , Tambah Fatmah.

Berdasarkan pantauan  libertiekspress .com, para pasien tersebut rela menunggu antrian sejak pukul 02.00 dini hari dengan alasan bisa lebih awal mendapatkan nomor antrian dengan dalih Dokter spesialisnya cuma satu dan hanya melayani pasien yang berobat jalan dua kali seminggu, “Kalau tidak datang jam 2 malam dan menunggu sampai pagi kita tidak akan dapat antrian. Apa lagi spesialis bedahnya cuma satu orang dan hanya melayani pasien dua kali seminggu yakni hari selasa dan kamis,”  tambah Fatma.

“harapan kami juga agar pihak RS menambah jadwal hari kerja dokter spesialis bedah agar kami tdk perlu harus mengantri ber jam-jam tiap hari selasa dan kamis” terang Fatma menutup perbincangan. (Yusran R).

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.