Keluarga Minta Propam Usut Pemukulan dan Penangkapan Irfan
  Viewer : 193 Kali
Keluarga Irfan didampingi Kuasa Hukum saat menggelar Konferensi Pers

Malili, Libertiekspress-

Arogansi oknum penyidik satnarkoba polres luwu timur mendapat kecamanan keluarga Irfan yang kini ditetapkan sebagai tersangka.

Pasalnya, selain dituding telah menangkap tanpa alasan jelas, keluarga juga mengaku jika penyidik satnarkoba polres luwu timur telah melakukan penganiayaan terhadap Irfan.

Hal itu dikemukakan Keluarga Irfan melalui penasehat hukumnya saat menggelar konferensi pers di warkop Defa, Rabu, 6/9/2018.

Kepada awak media, Umar,SH selaku kuasa hukum Irfan dan keluarganya menjelaskan, selain cara penangkapan, proses pemeriksaan hingga terjadinya penganiayaan terhadap kliennya akan menjadi persoalan “baru”.

Umar, SH yang saat itu didampingi Zul Afrianto, SH.,MH, selaku partnernya mengaku akan melakukan berbagai upaya hukum untuk membela hak kliennya.

Menurut Umar, apa yang telah dilakukan anggota penyidik Satnarkoba Polres Luwu Timur sudah diluar kewajaran.

Bahkan, Umar menduga, proses penetapan tersangka terhadap kliennya sarat dengan nuansa rekayasa.

Bagaimana tidak, jelas Umar, saat melakukan pemeriksaan, Irfan tidak didampingi oleh penasehat hukum yang ditunjuk pihak keluarga.

Keanehan lain yang diungkapkan Kuasa Hukum keluarga Irfan yakni berita acara pemeriksaan yang didalamnya tertera tanda tangan seseorang yang mengaku sebagai penasehat hukum. Padahal, ungkap Umar, dari keterangan kliennya, saat dilakukan pemeriksaan dirinya tidak didampingi pengacara.

“Inikan aneh. Kenapa bisa ada tanda tangan penasehat hukum sedangkan saat itu tidak ada yang mendampingi pak Irfan.” Terang Umar bertanya-tanya.

Peryataan yang tak kalah tajam pun disampaikan Zul Afrianto, SH.,MH terkait proses pemeriksaan Irfan, yang saat itu hadir mendampingi partnernya.

Menurut lowyer yang akrab disapa Zul ini, jika melihat secara utuh, mulai dari proses penangkapan, penyitaan barang bukti, hingga pemeriksaan yang berujung penganiayaan penyidik kepada klien mereka serta adanya tanda tangan penasehat hukum dalam berita acara pemeriksaan (BAP), dimana saat itu Irfan mengaku tidak didampingi penasehat hukum saat diperiksa, mereka selaku kuasa hukum menilai penagkapan dan penetapan Irfan sebagai tersangka, tidak hanya cacat hukum, tapi juga telah terjadi tindak pidana didalamnya.

Olehnya itu, selaku kuasa hukum sekali lagi mereka menegaskan akan melakukan berbagai langkah hukum dalam memperjuangkan hak klien mereka.

Ditanya apa saja langkah hukum yang akan dan telah dipersiapkan, pengacara muda ini hanya tersenyum sembari menjawab, “Tunggu aja pak. Yang jelas, saat ini kami sudah melaporkan hal ini ke Propam Luwu Timur. Langkah selanjutnya akan kami sampaikan dalam konferensi pers berikutnya.” Ungkap Zul yang diamini Umar, sambil menunjukkan bukti lapor mereka ke Propam Luwu Timur.(Herman).

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.