Kasus Hendrikus Segera Ditahap 2, FPI Luwu Raya Berjanji Mengawal Hingga Tuntas
  Viewer : 831 Kali

Malili, Libertiekspress.com
Setelah mengendap setahun lebih, akhirnya kasus dugaan penistaan yang dilakukan Hendrikus memasuki tahap baru.
Irmansyah, Kepala seksi pidana umum kejari Luwu Timur yang ditemui diruang kerjanya senin, 7/10/2019 menegaskan bahwa kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Hendrikus akan segera ditahap 2.
Kepada awak media, Irmansyah bahkan mengaku akan mengupayakan proses tahap 2 dilakukan dalam minggu ini.
Tahap 2 sendiri merupakan proses pelimpahan berkas bersama tersangka dari penyidik kepolisian kepada jaksa penuntut untuk selanjutnya dilakukan proses sidang.
Menanggapi pernyataan pihak kejaksaan negeri Luwu Timur soal “janji jaksa” segera menuntaskan kasus dugaan penistaan agama yang sempat mengendap setahun lebih ini, Abdul Rauf Ladewang, Ketua Front Pembela Islam Luwu Raya hanya menanggapinya dingin.
Sikap tersebut rupanya dilatar belakangi sikap penegak hukum selama menangani kasus ini yang dinilainya sangat lamban.
“Coba bayangkan, kasus ini sudah berjalan setahun lebih, namun baru sekarang mau dilimpahkan. Ada apa sebenarnya.” jelas aktivist FPI Luwu Raya yang akrab disapa Bang Rauf dengan nada tanya.
Sikap yang sama pun ditunjukkan Saiful, salah satu aktivist yang tampak selalu mendampingi Rauf Ladewang dalam mengawal penuntasan kasus ini.
Lebih jauh Saiful mengungkapkan adanya upaya oknum tertentu untuk menghentikan kasus yang melilit petinggi partai Perindo dikabupaten Luwu Timur ini.
“Lambannya penanganan kasus ini, saya pikir tidak terlepas dari lobi, bahkan upaya intervensi oknum tertentu yang ingin meraup keuntungan dalam kasus ini.” terang Saiful.
Dicontohkannya, saat kasus tersebut mengarah pada penetapan tersangka, dirinya sempat dihubungi beberapa orang yang berniat menghentikan penekanan kasus dugaan penistaan agama ini.
Tak tanggung-tanggung, aktivist FPI jebolan Fakultas Hukum Universitas Andi Djemma ini bahkan mengaku pernah berhadapan langsung dengan Hendrikus dirumah Jabatan salah satu pejabat teras di kabupaten Luwu Timur.
Saiful mengaku, sejak bergulirnya kasus dugaan penistaan agama dipolres Luwu Timur, itulah kali pertama dirinya bertemu langsung dengan Hendrikus.
Menurutnya, pertemuan tersebut merupakan inisiatif dari pejabat teras tersebut.
“Itu yang dia (pejabat,red) sampaikan saat pertemuan.” ungkap Saiful.
Saat diminta menyebutkan nama orang yang telah menghubunginya untuk menghentikan proses pidana kasus penistaan agama yang disebutnya baru pertama kali terjadi di Luwu Timur ini, Saiful enggan menyebutnya.
Dirinya hanya memberi gambaran jika orang yang menghubunginya merupakan tokoh Masyarakat Luwu Timur, bahkan salah satu diantaranya merupakan pejabat teras kesohor dipemkab Luwu Timur.
Saiful yang mengaku akan terus mengawal kasus penistaan agama Islam ini hanya memberikan gambaran bahwa tidak ada alasan untuk menghentikan kasus yang ini.
“Apapun yang terjadi, kasus penistaan agama ini harus dituntaskan. Dan kami yakinkan, kami akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas, sampai pada tahap penentuan tuntutan dan vonis nantinya, apakah sudah memenuhi rasa keadilan masyarakat atau sekedarnya saja.” Jelas Saiful yang disambut kumandang takbir dari sejumlah aktivist Front Pembela Islam Luwu Raya yang hadir.

Kronologis Kasus Dugaan Penistaan Agama

Akun Hendrikus Manguali

Kasus penistaan agama ini bermula dari postingan akun facebook atas nama Hendrikus Mangguali tahun 2018 silam.

Postingan yang dinilai melecehkan agama itupun mendapat kritikan pedas dari sejumlah nitizen. Meski mendapat kecaman, pemilik akun yang belakangan diketahui sebagai pengurus partai Perindo Luwu Timur ini seolah tetap merasa tidak bersalah saat menyebarkan informasi tersebut.

Demi menjaga “situasi” yang mulai memanas, Abdul Rauf Dewang yang saat itu menjabat ketua Front Pembela Islam Luwu Raya melaporkannya ke pihak kepolisian Luwu Timur. (Arsad/R1).

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.