Isu Pungli Merebak Di SD 282 Wawomeusa Towuti
  Viewer : 1409 Kali
Kalender SD 282 Wawomeusa yang diduga kuat dijadikan salah satu sumber Pungli

Towuti, libertiekspress-

Sejumlah pihak sekolah yang dilaporkan di beberapa daerah yang di tuding melakukan pungutan liar (Pungli) resmi ditahan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, namun perbuatan melawan hukum ini nampaknya tak memberikan efek jera terhadap sejumlah pihak, khususnya para penanggung jawab sekolah.

Gencarnya Pemerintah daerah Luwu Timur melalui Dinas Pendidikan mengucurkan dana pembangunan, renovasi, perbaikan taman dan lapangan olah raga demi kenyamanan proses belajar mengajar di sekolah ada dugaan masih di tunggangi oknum tak bertanggung jawab yang memberdayakakan pungli pada peserta didik.

Seperti yang terjadi di SD Wawomeusa yang berada di Desa Langkea Raya, Kec.Towuti, Kabupaten Luwu Timur.

Di sekolah ini beberapa orang tua murid geram akibat ulah pihak sekolah yang mewajibkan peserta anak didik membeli kalender tahun 2019 sebesar 40 Ribu, seperti yang di utarakan Amir, salah satu orang tua murid.

“Itu kalender anakku bawa dari sekolah, katanya dibayar 40 Ribu, saya waktu itu mau protes ke pihak sekolah tapi anakku menangis jadi saya kasi saja uang”, Bebernya.

“Hampir semua orang tua murid protes pihak sekolah karena kenapa tidak ada penyampaian sebelumnya”. Tambahnya.

Tidak hanya itu, pihak sekolah SD 282 Wawomeusa di Towuti ini mewajibkan peserta didik membayar sebesar 20 Ribu, Id salah satu Orang tua murid mengesalkan ulah pihak sekolah yang sering meminta uang yang peruntukannya tidak di ketahui.

“Selain kalender anakku juga di mintai uang di sekolah 20 Ribu,” tuturnya.

“Jangankan itu kalender yang di wajibkan beli masih ada juga istilah uang mau beli pot bunga tapi saya tidak gubris”, Ungkap Amir.

Ibu Hermin selaku pengawas di sekolah tersebut saat di konfirmasi mengatakan kalau sebelumnya tidak tahu menahu terkait kalender yang di perjual belikan, “Sebenarnya saya tidak tau, nanti ada orang tua murid yang menyampaikan baru saya tanya ke guru-guru,” Ungkapnya.

“Saya sampaikan ke guru-guru bahwa apakah ada rapat masalah ini kalender sebelumnya dengan orang tua siswa dan mereka bilang tidak pernah”, tutupnya.

Terpisah, Yuliati, S.Pd, Penanggung Jawab SD 282 Wawomeusa, saat di konfirmasi terkait dugaan pungli penjualan kalender tersebut berkelit dengan dalih sudah di putihkan.

Anehnya, pernyataan “diputihkan” yang disampaikan Yuliati, tidak ada penjelasan lebih rinci.

“Itu (masalah) kalender pak jangan miki campuri karena sudah saya putihkan, saya sudah menghadap dibawa, itu pak kebijakan kami dengan komite tapi saya sudah menghadap di sana,” jawab Yuliati ketus.

Lebih lanjut Yuliati meminta agar berita dugaan pungli berupa penjualan di SD Wawomeusa tidak diberitakan.

“Jangan miki kasi masuk di media karena saya sudah putihkan”, Tambahnya.

Yusran R, salah satu aktivist LSM Lembaga Pemerhati dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (LPPMI), mengecam tindakan pihak sekolah dan menegaskan akan melakukan investigasi lebih jauh.

Bahkan, Yusran menegaskan, jika dalam penelusuran nantinya ditemukan bukti yang cukup, mereka akan melaporkannya ke Instansi terkait.

“Jika dalam penelusuran nantinya kami temukan bukti, kami akan buat laporan resmi ke penegak hukum.” Tegas Yusran. (HRM)

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.