Hari Perlawanan Luwu Diwarnai Aksi Demo dan Saling Pukul
  Viewer : 791 Kali

Palopo, libertiekspres-

Peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu setiap tanggal 23/1, atas pendudukan kaum penjajah ditanah Luwu yang dipusatkan dikota Palopo kembali diwarnai aksi demostrasi gabungan sejumlah elemen Masiswa dan masyarakat Tana Luwu.

Dalam aksinya, massa gabungan mahasiswa ini mendesak pemerintah agar mencabut moratorium Daerah Otonom Baru (DOB).

Menurut mereka, moratorium itu sangat merugikan daerah, terkhusus masyarakat yang ingin mengelola dan mengembangkan daerahnya melalui pembentukan daerah baru, seperti Kabupaten atau propinsi.

Terkhusus bagi Tana Luwu, kehadiran moratorium itu dipandang sebagai bentuk penghianatan atas janji pemerintah Republik Indonesia sejak jaman presiden soekarno untuk memberikan hak pengelolaan daerah otonom khusus bagi Tana Luwu.

Selain tuntutan pencabutan Moratorium DOB, dalam aksinya gabungan berbagai elemen mahasiswa dari berbagai kampus ini juga mendesak pemerintah untuk merealisasikan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah, serta Propinsi Tana Luwu.

Aksi mahasiswa dalam menuntut pencabutan moratorium DOB ini sempat diwarnai aksi anarkis dari sejumlah aparat keamanan.

Bahkan dalam salah satu video yang diterima redaksi portal libertiekspress.com menunjukkan aksi pemukulan salah satu mahasiswa oleh oknum anggota satpol PP. (Rispansi)

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.