HAM Batara Guru Desak Penuntasan Kasus Dugaan Pungli Dinas Pendidikan
  Viewer : 722 Kali

 

Aksi HAM Batara Guru di Depan Terminal Malili, kabupaten Luwu Timur

Lutim, Libertiekspress-

Tidak jelasnya sejumlah kasus yang kini ditangani penyidik hingga kebijakan pemerintah daerah Luwu Timur yang dinilai tidak pro rakyat membuat Mahasiswa asal Luwu Timur geram.

Sikap tidak puas para mahasiswa asal Bumi Batara Guru ini kemudian ditumpahkan dalam bentuk aksi demonstrasi, senin 17/9/2018.

Aksi turun kejalan yang dikomandoi Syam Stya Ogy ini menuangkan sedikitnya 5 poin dalam tuntutannya, yakni kejelasan pembangunan Lapangan dan Gor Lutim, Evaluasi fungsi pembangunan PLTMH, Penuntasan Kasus Pungli yang diduga dilakukan Kadis Pendidikan Lutim, kejelasan penanganan adanya dugaan penerimaan uang pelicin proyek yang diduga dilakukan oknum anggota DPRD Lutim, serta permintaan pengusutan pembangunan badan jalan yang dinilai gagal pakai yang terletak Desa Pekaloa, kecamatan Towuti, kabupaten Luwu Timur.

Seorang peserta aksi yang ditemui awak media menjelaskan, salah satu kegelisahan besar masyarakat Luwu Timur, termasuk mereka sebagai Mahasiswa yakni kebijakan pemerintah yang dinilai tidak mengindahkan aspirasi masyarakatnya, terlebih lagi dalam hal penegakan hukum.

“Coba kita bayangkan, ada kasus yang ditangani penyidik yang sudah jadi tersangka, namun hingga saat ini belum juga dilimpahkan.” terangnya.

Pernyataan serupa dikemukakan seorang warga Luwu Timur yang ikut hadir dalam aksi yang digelar Mahasiswa Bumi Batara Guru kali ini.

Tokoh pemuda yang akrab disapa Pangeran Awalu menjelaskan, hingga saat ini warga Lutim dipertontonkan drama penanganan perkara yang pemerannya melibatkan Pemda Lutim, hingga Penyidik Polres Luwu Timur.

Sebagai contoh, terang Awal, status tersangka yang disematkan kepada La Besse yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Luwu Timur.

Selain ketidak jelasan penanganan perkaranya, status tersangka yang disematkan kepada La Besse seharusnya bisa menjadi dasar bagi Bupati Luwu Timur untuk menonaktifkannya dalam jabatannya selaku kepala dinas.

“Apalagi yang dipimpinnya itu Dinas Pendidikan yang seharusnya bisa menjadi pemberi contoh yang baik bagi masyarakat”. Jelas Awal.

Untuk itu dirinya selaku masyrakat Malili meminta aparat penegak hukum segera menuntaskan proses hukum La Besse, serta menyelidi adanya dugaan pelanggaran dalam berbagai pembangunan infrastruktur di Luwu Timur, khususnya yang saat ini masuk dalam tuntutan Himpunan Mahasiswa Batara Guru. (Herman)

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.