FPI Dukung Pemda dan Polres Luwu Lakukan Penertiban THM
  Viewer : 464 Kali
Ketua FPI Luwu Raya
Ketua FPI Luwu Raya
Abd. Rauf Ladewang, Ketua FPI Luwu Raya
Surat Permintaan Personil Penertiban THM Luwu
Surat Permintaan Personil Penertiban THM Luwu

Luwu, Libertiekspress-
Menyikapi upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu bekerja sama Polres Luwu dalam melakukan penertiban Tempat Hiburan Malam, khususnya yang berada diwilayah Hukum kabupaten Luwu, Front Pembela Islam (FPI) perwakilan Luwu Raya angkat bicara.
Selain menyatakan dukungan, organisasi Islam yang dikenal getol dalam memberantas berbagai bentuk kemaksiatan ini bahkan menyatakan siap mem-back-up jajaran pemerintah daerah dan kepolisian resort Luwu jika dibutuhkan.
Abd.Rauf Ladewang, ketua FPI Luwu Raya dalam pernyataan Sikap yang diterima redaksi media ini mengaku sangat mengapresiasi langkah pemerintah Daerah kabupaten Luwu dalam menertibkan THM, khususnya yang kini kian marak di Tana Luwu yang bergelar Bumi Sawerigading.
Selain itu, dalam pernyataan sikapnya, Abd. Rauf, Aktivist Islam yang dikenal sangat getol dalam memperjuangkan amar ma’ruf nahi munkar ini mengemukakan beberapa alasannya dalam mendukung penertiban THM di Tana Luwu.
Menurutnya, Tana Luwu adalah daerah yang dikenal sangat menjunjung tinggi budaya serta Adat Istiadat yang sangat menentang kemaksiatan seperti peredaran minuman keras, hingga Prostitusi, apalagi kehadiran tempat hiburan malam alias THM yang kerap kali menjadi sumber maksiat seperti peredaran Minuman keras, peredaran Narkotika dan Obat terlarang, hingga tidak jarang menjadi sarana prostitusi terselubung.
Lebih jauh aktivist yang akrab disapa Bang Rauf ini menjelaskan, kehadiran THM merupakan salah satu sumber maksiat yang tidak dilegalkan semua ajaran agama, terutama dalam hal peredaran Miras, Narkoba, apalagi prostitusi.
“bahkan semua agama melarangnya”, pungkasnya.
Jadi, lanjut Bang Rauf, menyikapi kebijakan pemda dan kepolisian resort Luwu dalam melakukan penertiban THM yang selama ini menjadi salah satu sumber maksiat, sudah sepatutnya seluruh elemen masyarakat pun memberikan apresiasi serta dukungannya.
Dipandang dari sudut mana saja, kehadiran THM tidak memberikan manfaat, apalagi kontribusi terhadap pembangunan dan pengembangan daerah, yang terkadang menjadi alasan sebahagian kelompok untuk mendukung kehadiran THM.
“Yang ada justru banyak membawa dampak negatif, baik terhadap remaja, maupun orang tua.” terangnya.
“Bahkan, tidak jarang ditemukan perkelahian remaja dan kelompok usai menengak minuman keras dari cafe. Ini bukti bahwa Minuman keras merupakan salah satu sumber kemaksiatan.” beber Rauf.
Bahkan yang lebih parah, banyak rumah tangga yang berantakan akibat kehadiran Tempat Hiburan Malam yang selama ini dijadikan ajang mencari kepuasan bagi sebahagian orang. Dari sekian banyak persoalan yang ditimbulkan, inilah permasalahan umum yang timbul dan harus menjadi perhatian bagi seluruh masyarakat menyikapi kehadiran THM didaerah mereka. Tidak terkecuali bagi pengusaha yang berniat membuat usaha yang sama. ungkap Rauf. (Ishak)

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.