Bak “Kota Mati”, Pasar Sentral Malili Sepi Pengunjung
  Viewer : 969 Kali
Aktivitas Pasar Langaru – Malili Yang berada di Ibu Kota Kabupaten Luwu Timur

Malili,Libertiekspress-

Sebagai ibukota kabupaten yang notabene adalah kabupaten yang beranjak dalam perkembangan terlihat jelas dengan maraknya pembangunan infrastruktur mulai dari jalan-jalan tani, hingga pembangunan gedung-gedung mewah dengan anggaran yang terbilang fantastis dengan capaian APBD terbesar kedua setelah kota makassar disulawesi selatan.

Namun itu berbanding terbalik dengan pertumbuhan perekonomian dibidang jual beli.yang semestinya bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat pedagang dengan ramainya aktivitas jual beli sebagai contoh pasar sentral yang mestinya menjadi kebanggaan masyarakat luwu timur,khususnya masyarakat ibukota kabupaten yakni malili terlihat lesu bak pasar dikota tak berpenghuni sehingga berujung pada penurunan pertumbuhan perekonomian pedagang pasar sentral bahkan sudah ada pedagang yang harus gulung tikar dikarenakan kurangnya minat pembeli untuk berkunjung.

Bahkan terlihat pada hari ini, 27/9/2018 yang kebetulan adalah jadwal pasar atau hari pasar kelihatan kurang aktivitas bahkan terkesan seperti hari-hari biasa tidak seperti layaknya pasar yang ada dikecamatan lain yang tersebar diluwu timur dimana para pengunjung saling berdesakan demi mencari apa yang menjadi kebutuhan untuk dibeli ataupun dijual dipasar tersebut.

Menurut beberapa pengunjung dan pedagang yang sempat awak media ini temui dipasar tersebut mengakui bahwa aktivitas jual beli dipasar sentral malili ini dari hari kehari memang terlihat menurun.bahkan menurut seorang pedagang, dagangan yang dijajakan terkadang seminggu hanya ada sekitar dua atau tiga jenis barang yang bisa laku.dan itupun keuntungan yang dihasilkan bisa saja dibilang kerugian, karena dipakai lebih banyak untuk kebutuhan makan dan minum.

Sungguh sangat memprihatinkan, dimana roda perekonomian yang seharusnya bisa dimulai dari aktivitas jual beli agar bisa mengembangkan ekonomi pedagang pasar nyatanya telah mulai luput dari perhatian yang kemungkinan terbesarnya kondisi ini dipengaruhi oleh perkembangan dunia digital, dimana orang-orang lebih memilih untuk berbelanja secara online sehingga tidak harus repot-repot lagi untuk berbelanja kepasar.

Namun dibalik itu,diharapkan agar pemerintah daerah kabupaten luwu timur bisa lebih memperhatikan kehidupan masyarakat pedagang, dengan berperan aktif agar bisa kembali meningkatkan pertumbuhan ekonomi pedagang pasar sentral dengan menyiapkan fasilitas pendukung yang bisa menarik minat masyarakat untuk berkunjung.

Seperti pengharapan salah satu warga malili, Pangeran Awalu. “seharusnya pemerintah ikut proaktif mencari solusi agar bagaimana supaya pasar sentral malili ini bisa berfungsi sebagai mana mestinya supaya tidak kalah ramai sama pasar-pasar yang ada dikecamatan.” Tutup Awalu. (Ali)

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.