2 Tahun Lumpuh, Siswa SDN 251 Pae-Pae Kecamatan Wasuponda Harap Bantuan Pemda
  Viewer : 971 Kali
Wisnu, Anak Penderita Lumpuh dari Desa Pae-Pae Wasuponda

Wasuponda, Libertiekspres-

Wisnu Lasampa (11), putra pasangan Alimin dan Suati, warga jalan nenas desa Ledu-ledu kecamatan Wasuponda, yang menderita lumpuh dan tak mampu berjalan mengimpikan untuk bisa kembali bersekolah dan belajar bersama teman-temannya.

Wisnu yang duduk dibangku kelas 3 sekolah dasar ini terpaksa harus berhenti karena orang tuanya tidak sanggup lagi untuk menggendongnya kesekolah, padahal keinginan Wisnu untuk bersekolah sangatlah besar.

Bahkan saat Wisnu meminta kepada orang tuanya untuk merayakan ulang tahunnya, dia masih mengingat nama-nama teman sekelasnya dulu dan memohon untuk mengundang semua teman-sekelasnya dalam perayaan ulang tahun tersebut.

Diketahui dua tahun lalu saat wisnu pertama kali menderita penyakitnya, tidak ada tanda-tanda yang mencolok. Saat itu kedua orang tuanya melihat langsung anaknya yang kala itu berdiri dan gemetaran diseluruh badannya, kemudian ibunya langsung mendudukkan Wisnu dilantai kemudian menyuruh Wisnu untuk kembali berdiri namun disitulah mulanya Wisnu mulai tidak dapat berdiri lagi. dengan suara lirihnya mengatakan “ma, tidak bisaka berdiri” ucap Wisnu dicontohkan oleh ibunya.

Berbagai upaya dilakukan untuk mengobati anak bungsunya itu, bahkan Alimin dan istrinya yang bekerja sebagai petani mengaku sudah tidak mampu lagi untuk membawa anaknya kerumah sakit karena faktor biaya.

Diceritakannya bahwa Wisnu sudah berobat hingga ke Makassar namun karena keterbatasan biaya akhirnya kedua orang tuanya hanya mampu untuk memberikan pengobatan alternatif setelah kebun dan ternaknya harus direlakan untuk membiayai pengobatan dirumah sakit.

Kedua orang tua Wisnu berharap kepada pemerintah daerah untuk sekiranya dapat membantu meringankan beban anaknya itu, setidaknya dengan bantuan kursi roda mungkin sudah sangat membantu agar Wisnu dapat bersekolah kembali dengan tidak digendong lagi oleh ibunya untuk berangkat kesekolahnya.

“Kami berharap kepada pemerintah daerah agar mau membantu kami untuk kelanjutan sekolah anak kami.karena ayah Wisnu yang seorang petani tidak sanggup berbuat apa-apa lagi karena kebun merica yang selama ini menjadi harapan hidup keluarga sudah direlakan ketangan orang lain demi pengobatan anak kami ini.” harap ibu Wisnu menutup perbincangan dengan awak media ini.(Ali)

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.