“Unik, Pasien UGD Ngantri, Petugas Sibuk Main HP”!!!
  Viewer : 3558 Kali

Tomoni | Libertiekspress-

Unik, inilah sekiranya kesan yang ditampakkan petugas Unit Gawat Darurat Puskesmas UPTD Tomoni.

Saat berkunjung ke Puskesmas UPTD Tomoni yang berada didalam “lorong perkampungan” Tomoni, sabtu, 28/9/2019, tampak pasien UGD harus rela bersabar menunggu nomor antrian.
Saat ditemui awak media, Haristan, petugas yang mengaku sebagai penanggungjawab administrasi mengakui jika prosedur penanganan di Puskesmas Tomoni semua harus melalui proses pendaftaran sebelum diambil tindakan.

“Iya pak. Semua harus mendaftar” jawab petugas tersebut ketus.

Dari pantauan dilapangan, ditemukan beberapa pasien rawat darurat sedang menunggu antrian untuk selanjutnya diambil tindakan.
Yang lebih mengherankan, meski pasien emergency sudah mengantri, para perawat justru tampak hanya sibuk dengan urusan pribadi mereka, mulai dari bermain dengan anaknya, bercerita sesama petugas, memainkan handphone, hingga bermain game.
Bahkan seorang petugas perempuan yang tampak dipanggil dokter oleh staffnya justru sibuk mengajari anaknya bermain handphone bersama seorang perawat perempuan lain. Mereka seolah tidak merasa adanya pasien yang harus segera ditindaki.

Akbar Ramang, SH, Ketua DPP LPPM Indonesia yang berada tengah mengantar keluarganya yang sementara dalam kondisi emergency menyayangkan sikap petugas di Puskesmas tersebut.

Menurutnya, apa yang ditunjukkan petugas di fasilitas kesehatan “pertama” ini, bukan hanya mengabaikan norma pelayanan pasien, tapi dinilainya sangat tidak manusiawi.

“Coba bayangkan pak, kalau pasien emergency saja harus mendaftar dan menunggu antrian, pasiennya keburu mati baru ditindaki.” jelas Akbar.

Untuk itu, dirinya meminta pemerintah daerah Luwu Timur, melakukan evaluasi terkait kinerja para petugas yang berada dipuskemas Tomoni.

“Masa petugas dan dokternya sibuk main hp, sedang pasien emergency tinggal ngantri”. Ungkap Akbar kesal.
Menurut Akbar, keluarganya merupakan pasien emergency yang mendapatkan nomor urut 10.(R1).

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.