TIM KEMANUSIAN RESAHKAN TARIF TRANSPORTASI AIR, PEMDA KONAWE DI MINTA MELAKUKAN PENERTIBAN
  Viewer : 184 Kali

Sultra-Libertiekspress,-

Musibah banjir bandang yang menenggelamkan Ribuan rumah di Kab.Konawe akibat intensitas hujan yang tinggi tiga minggu terakhir membuat relawan kemanusiaan dari berbagai daerah yang datangnya tidak hanya dari Sulawesi Tenggara sendiri Tapi juga dari luar provinsi berbondong-bondong untuk memberikan bantuan bagi ribuan korban banjir yang saat ini berada di beberapa titik pengungsian yang tersebar di Kec. Korosi, Bondoala dan beberapa titik pengungsian lainnya.

Salah Satu tim kemanusian yang ikut untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi para korban banjir bandang datang dari Kab. Luwu Timur, Provinsi Sul-Sel yang tergabung dari berbagai komunitas baik itu dari Pemda Luwu Timur hingga berbagai Ormas yang bergerak untuk misi kemanusian.

Namun kesulitan relawan kemanusian dari berbagai daerah ini adalah munculnya para oknum yang memanfaatkan keadaan di tengah musibah yang menimpa saudaranya, bagaimna tidak? Putusnya berbagai akses penghubung antara desa yang satu ke desa lainnya mempersulit para relawan kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan berupa makanan, pakaian serta obat-obatan untuk korban banjir, namun para oknum yang memiliki perahu untuk akses tim relawan justru terkesan memeras karena tarif penyeberangan baik per orangan hingga tarif angkut kendaraan penyalur bantuan mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah persekali melakukan penyeberangan, hal tersebut di ungkapkan Abdul Rauf Ladewang selaku penanggung jawab Relawan kemanusiaan asal Luwu Timur,” kami menyesalkan oknum-oknum yang memanfaatkan keadaan, kalau tarifnya sesuai wajar karena mereka yang punya alat transportasi, tapi kalau tarif transportasi air sudah di atas normal yakni ratusan hingga jutaan rupiah ini sudah pemerasan dan tentu menjadi kendala para relawan untuk menyalurkan bantuan”, bebernya.

Abdul Rauf Ladewang meminta agar pihak Pemda Konawe Utara menertibkan para oknum yang memanfaatkan keadaan,” Kami berharap agar pemerintah terkait melakukan penertiban kepada oknum-oknum yang memanfaatkan keadaan, ratusan relawan kemanusiaan disini datang karena bentuk peduli saudara-saudaranya yang tertimpa musibah, kami prihatin dengan keadaan para pengungsi yang kekurang makanan, pakaian serta obat-obatan, kami prihatin dengan anak-anak yang berada di pengungsian yang tentu membutuhkan bantuan, kalau hal ini di biarkan maka tentu Relawan Kemanusiaan lainnya enggan untuk datang”, Tambahnya. ” Harapan kami agar pemerintah serta aparat di Konawe menertibkan para oknum yang seakan senang dengan bencana yang menimpa saudara-saudaranya karena memanfaatkan keadaan dengan membebankan biaya transportasi air kepada Relawan di atas normal”, ungkapnya lagi.
“Harapan saya agar oknum yang memanfaatkan keadaan segera tergugah hatinya karena bencana yang melanda saudara-saudaranya, mari kita saling membantu untuk meringankan beban korban banjir, kalau biayanya normal kami tidak masalah, tapi kalau sudah kelewatan terkesan menghalangi atau mempersulit Relawan untuk menyalurkan bantuan”, tutupnya. | red

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.