Pasca Banjir Bandang Di Konawe Utara, Ribuan Masyarak Mengungsi , Berikut Daftarnya.
  Viewer : 143 Kali

Konawe Utara – Libertiekspress,-

Akibat dari intensitas hujan yang mengguyur Kab. Konawe Utara dan sekitarnya tgl 01 Juni – 02 Juni 2019 menyebabkan meluapnya Sungai Lalindu, Sungai Walasolo dan Sungai Landawe mengakibatkan banjir di Kab. Konawe Utara.

B. Dampak Bencana
Update data Pengungsi sampai dengan tgl 11 Juni 2019 pukul 21.00 WITA
Total : 1.598 KK / 5.703 Jiwa mengungsi dari 42 Desa dan 3 Kelurahan di 6 Kecamatan dengan rincian :
– Kec. Andowia (4 Ds, 1 Kel) : 526 KK/ 1.665 Jiwa
– Kec. Oheo (14 Ds, 1 Kel) : 202 KK/ 573 Jiwa
– Kec. Asera (13 Ds, 1 Kel) : 655 KK/ 2.608 Jiwa
– Kec. Landawe (6 Ds) : 103 KK/ 409 Jiwa
– Kec. Langgikima (2 Ds) : 12 KK/ 48 Jiwa
– Kec. Wiwirano (3 Ds) : dalam pendataan

C. Dampak Kerugian
Sampai dengan pukul 21.00 WITA
Rumah :
– Rumah Hanyut : 202 unit
– Rumah Terendam : 1.396 unit
Pertanian :
– Lahan sawah : 970,3 HA
– Lahan Jagung : 83,5 HA
– Lainnya : 11 HA
Perikanan :
– Tambak : 420 HA
Pasar :
Sebanyak 3 unit pasar tradisional terendam, yaitu Pasar Landawe, Lembo dan Laronanga
Fasum dan Fasos :
1. Sekolah : 28 Gd. Sekolah (8 SD, 3 SMP, dan 17 PAUD)
2. Kantor Desa : 2 Gd. Balai Desa
3. Jembatan/Jalan :
– 1 Jembatan penghubung Ds. Laronanga – Ds. Puwonua hanyut
– 1 Jembatan tidak bisa dilalui karena terendam di Ds. Padalerutama
– Jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Ds. Tanggulari – Ds. Tapuwatu terputus
– 1 Jembatan pada jalan antar provinsi di Kel. Asera terputus
– 1 Jembatan di Ds. Amorome Utama hanyut
4. Rumah Ibadah : 5 Bangunan Masjid terendam
5. Fasilitas Kesehatan:
– 2 unit Puskesmas terendam di Kec. Andowia
– 2 unit Pustu

D. Kebutuhan Mendesak
1. Pelayanan kesehatan
2. Dapur umum dan kebutuhan dasar
3. Matras
4. Tenda pengungsi
5. Selimut dan family kit
6. Genset
7. Alat komunikasi
8. Light tower
9. Pakaian layak pakai
10. Makanan siap saji
11. Gas elpiji
12. Lain-lain : senter, sepatu boot, sarung tangan, mantel

E. Upaya
1. Menyusun form pendataan pengungsi dan pendistribusian logistik. Saat ini sedang dalam proses pengumpulan data
2. Monitoring ketinggian air
3. Melakukan evakuasi dan penyelamatan masyarakat terdampak
4. Kepala OPD yang menjadi koordinator di masing-masing kecamatan sudah mulai melakukan assesment terkait jumlah masyarakat yang terdampak, mengungsi, kerusakan rumah serta menentukan lokasi yang akan didirikan tenda pengungsi dan dapur umum
5. Melakukan pelayanan kesehatan dan mobilisasi petugas kesehatan di tempat fasilitas kesehatan dan pos kesehatan
6. Membuat jaringan komunikasi guna mendukung komunikasi dalam penanganan darurat. Frekuensi Standby 143.330
7. Pemda Kab. Konawe Utara sudah membuka rekening untuk menampung sumbangan dalam bentuk uang
8. Bantuan tenda pengungsi dari BNPB telah dipasang di beberapa titik pengungsian, yaitu di Ds. Tapuwatu dan Kel. Asera di Kec. Asera, dan Ds. Lahimbua dan Kel. Andowia di Kec. Andowia
9. Helikopter sudah beroperasi menyalurkan bantuan logistik dan personil di lokasi yang terisolir. Helikopter melakukan distribusi logistik, personil dan evakuasi sebanyak 2 Sorti :
– Sorti 1 Lapangan Kec. Oheo (pukul 14.51 WITA)
– Sorti 2 Desa Mopute Kec. Oheo (pukul 15.12 WITA)

F. Kendala
1. Hujan dengan intensitas cukup tinggi masih turun membuat arus aliran air masih deras, penggunaan sampan mesin tidak dapat menjangkau wilayah terisolir
2. Sulitnya akses komunikasi
3. Penyaluran bantuan logistik dari BNPB belum tiba dikarenakan akses jalan menuju Kab. Konawe Utara terputus

G. Giat Tim BNPB
– Tim BNPB dan BPBD berkoordinasi dengan Bupati terkait penanganan darurat
– Memberikan arahan dan masukan dalam rangka Pendampingan Penanganan Darurat kepada BPBD
– Mendampingi BPBD dalam penyusunan administrasi Dana Siap Pakai (DSP)
– Mengikuti rapat evaluasi harian kegiatan penanganan darurat bencana banjir di Posko PDB

H. Lain-lain
1. Masih ada 3 Desa yang belum bisa dijangkau karena akses yang putus dan derasnya aliran air, yakni :
Kecamatan Wiwirano :
– Desa Padalere Utama
– Desa Padalere
– Desa Lamonae Utama
2. Ambulans dan petugas kesehatan disiagakan.
3. RS Rujukan disiapkan .
4. Korem 143-HO mengirimkan personil sebanyak 76 orang utk evakuasi dan penyelamatan, dapur umum dan pengawalan distribusi logistik dengan alat perlengkapan 6 unit kendaraan, 3 unit LCR, 3 unit tenda lapangan, 3 unit tenda dapur umum, 2 set perlengkapan dapur, dan 2 unit motor tempel.
5. Brimob Kendari mengirimkan personil sebanyak 31 orang yang akan bertugas di Ds. Tapuwatu dan Ds. Walalindu dan mendirikan serta mengelola dapur umum di beberapa titik.
6. PMI Kab. Konawe Utara menyiapkan 6 unit tanki air bersih, tenda pengungsian dan tenaga medis sebanyak 3 orang.
7. Bupati telah menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar selama 1 minggu.
8. Rencana 12 Juni 2019 akan ada kunjungan Menteri Sosial dan Gubernur Sulawesi Tenggara untuk meninjau lokasi banjir.
9. Kekuatan Personil :
Sebanyak 467 Orang, dengan rincian:
– BPBD Prov. Sultra : 9 Orang
– BPBD Kab. Konawe Utara : 28 Orang
– Basarnas : 5 Orang
– Kodim : 45 Orang
– Korem : 35 Orang
– Jasa Raharja : 47 Orang
– Yonif 725 : 30 Orang
– Bekang-AD : 10 Orang
– Brimob : 31 Orang
– Dit. PolAirud : 22 Orang
– Tagana : 35 Orang
– PMI : 25 Orang
– Tenaga Relawan : 95 Orang
– Dinkes Kab. Konawe Utara : 50 Orang

Tim Reaksi Cepat BNPB terus mendampingi BPBD. Berhubung beberapa tempat belum bisa dihubungi karena 4 jembatan putus dan longsor maka bantuan disalurkan dengan helikopter BNPB. Droping bantuan dari Jakarta dengan pesawat kargo terus disalurkan.

Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.