Komunitas Penulis Kreatif Sulteng Bersama BANTAYA ( Barisan Teman Yahdi)
  Viewer : 227 Kali

Liberti Ekspress.com

Ketua Komunitas Penulis Kreatif Sulawesi Tengah Heandly Mangkali, bersama sejumlah generasi muda di jalan Towua II yg selama ini bergabung dalam BANTAYA (Barisan Teman Yahdi) mengemukakan sikap ke media sebagai dukungan Kepada Yahdi Basma (Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah) yang saat ini tengah diperiksa oleh kepolisian dalam Status TERSANGKA mengenai kasus hukum yang menimpanya yakni Laporan Penghinaan/Pencemaran Nama Baik, sbb :

  1. Kita harus menempatkan kasus YB sebagai kasus hukum dan mendukung kepolisian untuk menyelesaikan masalah ini sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, dengan adil tanpa intervensi dari Pihak-pihak lain yang mungkin secara politis bersebrangan dengan YB;
  2. Yahdi Basma adalah anggota DPRD yang kami nilai sangat sensitif/peka merespon isu sosial dimasyarakat. Hal tersebut yang seharusnya kita dukung, bahwa seorang wakil rakyat yg sensitif, adalah tipe ideal Anggota DPRD yg diinginkan publik.
  3. Apa yang dibagikan Yahdi Basma yang disebut sebagai berita hoax itu, tentu saja harus dimulai pada tahap menyidik dan menemukan Si Pembuat FOTO yg diduga PALSU tsb, barulah menyidik perbuatan lain yg menyertainya;
  4. Masyarakat juga sudah bisa menilai saat ini bahwa jika berita Longky Membiayai People Power itu tidak benar, logikanya Status Yahdi menjadi gugur, karena diksi yg digunakan Yahdi adalah …Jika Benar…? sebagai narasi bertanya kepada publik sebagai bagian dari upaya verifikasi dalam kaitan tugas dan kewenangannya sebagai Anggota DPRD;
  5. Hemat kami, kasus ini adalah kasus biasa, yang tidak perlu memantik perhatian Gubernur sebagai institusi publik yg miliki kekuasaan politik, karena sesungguhnya dinamika sosial dalam kritik dan koreksi, adalah hal niscaya yg tidak bisa dihindari bagi semua jabatan2 publik. Ini menyehatkan demokrasi dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan daerah.
  6. Persoalan hukum YB membuat kami sebagai komunitas penulis, berpikir keras, jangan2 kritik sosial yg kami apresiasi di masa depan, bisa berujung pidana karena Pejabat2 Publik merasa dirinya dihina dan direndahkan.(Hm)

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.