KAKAK BERADIK DI LUTIM TEWAS SETELAH KONSUMSI MIRAS OPLOSAN
  Viewer : 1012 Kali

Malili- Libertiekspress

Hari bahagia di momen lebaran berubah menjadi duka di kalangan warga Desa Baruga, Kec. Malili, Kab. Luwu Timur, Sul-Sel setelah dua kakak beradik warga Desa tersebut dinyatakan meninggal sesaat setelah menenggak miras Oplosan.

Sebelumnya pada Kamis 6/5/2019 tujuh warga Desa Baruga menjadi korban setelah mengkonsumsi miras oplosan jenis Topi raja yang di duga mengandung Zat Etanol ( minuman yang memabukkan ) dan di campur dengan minuman ringan jenis Suplemen M150, Baharuddin (44) dinyatakan meninggal di RS Ilagaligo, Wotu pada Kamis 7/6/2019 pukul 16.30 wita.

Info yang di rangkum Libertiekspres.com Sepuluh Jam setelah Baharuddin (44) menghembuskan nafas terakhirnya adik korban Bachtiar (36) satu di antara tujuh korban pun menghembuskan nafas terakhirnya di RS Ilagaligo, Kec.Wotu pada pukul 02.10 malam tadi.

Kasat Reskrim Polres Luwu Timur Iptu Andi Akbar Mallaroang membenarkan kejadian tersebut,” Tujuh dari Korban dan dua diantaranya status kakak beradik yang meninggal  Dunia di RS Ilagaligo Wotu akibat minuman oplosan tersebut”, ” Kami sudah melakukan pengembangan dan mengamankan AS yang di duga penjual di mana para korban membeli minuman tersebut,”untuk dimintai keterangan”, lanjutnya. ” Dari hasil pengembangan tersebut kami mengamankan 26 botol miras jenis Topi Roja dan 17 botol minuman M150″. Tutupnya

Perlu di ketahui bahwa Topi Roja adalah Minuman yang mengandung Zat Etanol yakni Zat yang dapat memabukkan, namun akan melahirkan Zat baru yang mematikan atau Metanol ketika Minuman tersebut di campur dengan minuman suplemen seperti Extra Joss, M150 dan Gingseng yang dampaknya bisa menggangu fungsi kerja paru-paru yang berarti Fungsi pernafasan yang mengakibatkan korbannya bisa mati lemas.

Awal warga Desa Baruga yang juga Presidium LPPM Indonesia meminta agar pemerintah terkait lebih jeli melakukan Razia miras di kios-kios dan warung remang-remang agar kejadian serupa tidak terulang, ” Harapan saya agar Pemerintah terkait yakni Satpol PP dan pihak Kepolisian lebih aktif lagi melakukan Razia Miras dan Obat-obat terlarang lainnya, jangan nanti ada korban baru bergerak lagi, mudah- mudahan hal yang sama tidak terulang, Ungkapnya. | ARSYAD / HRM

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.