Dugaan Penistaan Ayat Suci Al -Qur’an Disosmed, Ini Keputusan Tokoh Muslim Wasuponda!!!
  Viewer : 580 Kali

Wasuponda-Libertiekspress

Seorang perempuan warga Desa Tabarano inisial “YT”  Kec. Wasuponda beberapa waktu lalu mendapat kecaman dari tokoh Muslim dan masyarakat Wasuponda setelah mengunggah status di Media Sosial Facebook, dimana dalam Tulisan status yang diunggah di duga memangkas salah satu ayat suci Al-Qur’an ( Inalillahi ) dan menyambungnya dengan kalimat hinaan, hal itulah yang juga membuat beberapa Tokoh Agama dan Front Pembela Islam ( FPI ) Luwu Raya.

Tak tanggung-tanggung tokoh Masyarakat dan tokoh agama langsung menyambangi Polsek Wasuponda .

Dalam kunjungannya, Iptu Agusman S,H yang menjabat Kapolsek Wasuponda menyambut kedatangan Ketua Front Pembela Islam Luwu Raya Rauf Dewang dan H. Rahmat pengurus markas FPI Kecamatan Wasuponda, Ustadz Sabbi ketua PERSAMIL dan beberapa Tokoh Agama serta Tokoh Pemuda Wasuponda.

Pada dialog pertemuan saat itu,  Ketua FPI Luwu Raya dan Tokoh agama lainnya sepakat akan melaporkan kasus ini serta beberapa akun lain yang di duga men share kalimat yang sama.

” Kedatangan kita disini untuk menindak lanjuti dugaan penistaan kalimat potongan ayat Suci Al-Qur’an yang di share ibu Yetty dengan alasan kalimat tersebut Copy Paste dari salah satu akun di Media Sosial Facebook dan selanjutnya kami serahkan kepada pihak kepolisian untuk menindak Lanjuti”, ucapanya.

Menurut Iptu Agusman ” Kami menghargai tokoh-tokoh Muslim Wasuponda serta Rekan-rekan FPI telah mempercayakan kepada kami untuk menindak lanjuti hal tersebut”, Jelasnya.

“Bila dalam penelusuran tersebut ada keterlibatan Akun lain setelah ada pengakuan Saudari Yetty bahwa apa yang di share tersebut hasil Copy Paste dan tidak tau arti dari kalimat tersebut maka kami akan menindak lanjuti akun yang dimaksud”, tambah Iptu Agusman.

Sebelumnya Yetty mendapat kecaman dari berbagai pihak setelah Status di FB yang memangkas Ayat Suci Al-Qur’an mengundang amarah di kalangan ummat Muslim, Namun selang beberapa Saat setelah mendapat respon Negatif atas Status tersebut Yetti (40) segera menghapus Status tersebut dan Meminta Maaf lewat Media Sosial FB.

Namun Menurut Rauf Dewang kasus seperti ini sangat sensitif memicu konflik sara, ” Kita sebagai ummat muslim memang di ajarkan untuk Memaafkan selama yang bersangkutan menyesali perbuatannya serta meminta maaf secara terbuka”, Pungkasnya.

” Jadi kunjungan kita ke Polsek diharapkan mampu meredam emosi warga sekaligus meyakinkan bahwa kita ummat Muslim tidak main hakim sendiri, kita beri kesempatan kepada penegak hukum untuk menindak lanjuti dugaan penistaan Ayat suci Al-Qur’an tersebut”, tutupnya.

Terpisah, Haji Rahmat serta Herman. S pengurus FPI Kec. Wasuponda pun angkat bicara” Secara pribadi kita sudah memaafkan tapi bukan berarti kasus tersebut berhenti sampai disini”, Tutur H. Rahmat
” Kalau hal semacam ini di biarkan siapa yang menjamin kalau kedepan tidak akan bermunculan akun-akun lain yang terkesan tidak menghargai keberagaman yang bisa saja memicu konflik Sara”, tambah Herman.

Hingga berita di turunkan pihak Polsek Wasuponda telah memanggil Yetty untuk mengklarifikasi maksud dan tujuan dari unggahan di Media Sosial Facebook tersebut. Yusran/ Ali Rauf

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.