WARGA PENERIMA BANTUAN KEMENSOS DIKEC. BURAU INI KELUHKAN TRANSPARANSI DATA PIHAK DESA LAUWO
  Viewer : 647 Kali

Lap     : NR

Editor  : Redaksi    

Luwu timur,Libertiekspress.com–| Lagi – lagi Bantuan Lansung Tunai (BLT) menjadi polemik, kali ini terjadi di desa lauwo, Kec. Burau, Kab. Luwu Timur sabtu (21/11/2020) yang di ambil alih oleh dinas kementrian sosial (kemensos), hal tersebut keluhkan oleh warga, dimana kepada awak media warga membeberkan bahwa mereka belum mendapatkan bantuan dana BST bulan kemarin pada hal mereka sebelumnya terdaftar sebagai penerima manfaat.

Warga yang tidak mau di sebutkan namanya tersebut berkata, “iya bantuan bulan kemarin, yang kami herankan kenapa tidak ada surat panggilan sementara informasi yang saya tau kalau namaku ada di kantor pos,” kata dia

Awak media kemudian mengkonfirmasi langsung di rumah kepala dusun (kadus ) dan tanggapannya kalau soal data nama-nama penerima bantuan dana dari kementrian sosial (kemensos) yang mana dulunya adalah BLT dana desa namun alihkan ke kemensos karna dana di desa sudah tidak cukup lagi untuk mengcover bantuan tersebut tahun ini.

“kalau saya tidak salah , data penerima bantuan BLT dana desa kemarin semua di berikan ke kemensos, untuk lebih lanjutnya saya tidak tau menahu lagi apakah ada di keluarkan atau tidak data nama-nama yang sudah di berikan oleh aparat desa kami “ungkapnya

“Kalau soal surat panggilan betul saya yang kasi ke masyarakat, sesuai yang di berikan oleh aparat desa selaku kasi kesejateraan di kantor, adapun masyarakat mengeluhkan karena mungkin ada namanya di kantor pos lalu tidak ada surat panggilannya,” paparnya

Menanggapi hal tersebut Tahrim Langaji yang dikonfirmasi selaku kades lauwo mengatakan melalui pesan singkat whatsapp, “Kalau ada wargaku yang merasa merasa punya hak terima BST dan merasa belum dapat panggilan, tolong suruh atau temani ke kantor biar saya jelaskan,” pungkasnya

Ditanya terkait kendala sehingga warganya tersebut tidak mendapat surat panggilan selaku penerima sebelumnya, ini tanggapan sang Kades, “karna Ada yang meninggal tanpa ahli waris dalam kartu keluarga (KK) dan ada juga double BST kelautan dan ada juga yang tidak ada di tempat, bahkan juga banyak yang tidak terbit dari pusat,”terangnya.

Terpisah pegawai pos saat dikonfirmasi terkait masalah tersebut iya mengatakan,” iya ada memang warga sekitar 20 nama kalau saya tidak salah yang belum datang mengambil bantuan dana dari kemensos pusat bahkan masi ada yg dua bulan yang belum ambil padahal nama mereka terdaftar dan berhak untuk mendapatkannya, memang di antara desa yang ada di kec.burau desa lauwo ini yang masih banyak warganya yang belum ambil dia punya bantuan,”cetusnya

“Kalau soal surat panggilan tidak bisa tidak di berikan karna itu dari pusat dan memang itu harus, kalau memang permasalahan warga di desa lauwo tidak datang untuk mengambil dana nya karna persoalan surat panggilan berarti di duga di desa yang bermasalah karna kami sudah berikan semua sesuai data yang terilisasi dari pusat, kalau toh memang surat panggilan yang kami berikan tercecer kenapa pemerintah desa tidak komfirmasi ke kami agar kami bisa bantu berikan petunjuk,”jelasnya

“Tapi kalau surat tercecer sampai sekitar 20 orang saya rasa tidak masuk akal juga kalau di pikir-pikir.”sambungnya

Karna kalau dana tersebut hangus atau terbakar akan berdampak kerugian kepada warga yang sudah terdaftar namanya di pusat akan di hapus, dalam artian dia sudah masuk ketegori sudah mampu dan tidak akan mendapatkan bantuan -bantuan apapun lagi di tahun berikutnya jika ada nanti program bantuan dari pemerintah pusat dan daerah .”tutupnya 

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.